Kala Padang Arafah Pertemukan Keluarga yang Terpisah

Padang Arafah menjadi saksi bisu pertemuan haru sebuah keluarga asal Indonesia yang terpisah. Momen pertemuan ini menambah kekhusyukan rangkaian ibadah haji mereka.

oleh Nafiysul QodarDiperbarui 06 Juni 2025, 13:02 WIB
Di Padang Arafah, jemaah haji akan berdiam diri untuk introspeksi diri, memanjatkan doa, dan memohon ampunan kepada sang pencipta. (HAZEM BADER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji adalah momen sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sebuah ritual berdiam diri, berdoa, dan bermunajat ke hadapan Allah SWT.

Di tengah jutaan jemaah yang berkumpul di Padang Arafah, terselip kisah mengharukan tentang pertemuan sebuah keluarga yang telah lama terpisah.

Alfina Hanim, seorang jamaah haji asal Medan, merasakan kebahagiaan yang tak terhingga saat dipertemukan dengan adik-adik iparnya di Arafah. Momen ini menjadi sangat istimewa karena mereka jarang sekali memiliki kesempatan berkumpul bersama di Indonesia.

"Alhamdulillah sekarang bisa kumpul di Arafah," kata Alfina, seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, Jumat (6/6/2025).

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa Arafah bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga tempat di mana silaturahmi terjalin dan hubungan keluarga dipererat. Momen wukuf menjadi semakin bermakna dengan kehadiran orang-orang terdekat, menciptakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.

Kisah Alfina dan keluarganya adalah satu dari sekian banyak cerita yang menghiasi perjalanan ibadah haji. Di balik setiap ritual dan doa, terdapat harapan, impian, dan kerinduan yang mendalam.

Terpisah Tempat Tinggal di Indonesia

Potret satu keluarga jemaah haji dari berbagai embarkasi yang dipertemukan di Arafah. (Foto: Kemenag)

Alfina pergi haji ditemani putranya, Abdul Malik. Mereka berdua adalah jemaah dari kloter 10 Embarkasi Medan (KNO). Malik mendampingi ibunya karena sang ayah sudah lama meninggal dunia.

Sementara Salmani adalah adik dari almarhum suami Alfina, dan Jusnawati adalah istri dari Salmani. Pasangan suami istri ini berasal dari Padang Pariaman, Sumatra Barat dan tergabung dalam kloter 11 Embarkasi Padang (PDG 11).

Sementara saudara iparnya lagi adalah Salmatun, jemaah haji dari kloter 34 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 34).

Kelima saudara ini tinggal di Makkah di hotel yang berbeda. Alfina besama anaknya tinggal di hotel 708 wilayah Jarwal, Salmatun dan Jusnawati tinggal di Hotel 309 wilayah Syisyah, dan Salmani tinggal di hotel 1018 Misfalah.

Mereka tidak menyangka bisa berangkat haji bersama-sama tahun ini. Padahal daftarnya tidak direncanakan bareng. "Kami bersyukur, Tuhan begitu baik, dengan takdir ya kita bisa berangkat haji bareng. Padahal daftarnya juga enggak sengaja bareng," kata Alfina.

 

Belum Pernah Berjumpa Selama di Makkah

Umat Muslim melaksanakan salat dengan menghadap Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (16/8). Jutaan umat Islam dari berbagai negara semakin memadati Masjidil Haram menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. (AP Photo/Dar Yasin)

Selama di Makkah, kelima saudara ini belum pernah berjumpa. "Karena jadwal kita berbeda, maka kita belum pernah janjian ketemu," kata Alfina.

Maka ketika di Arafah, mereka saling memberi kabar dan membuat janji untuk bertemu. Kelima saudara ini seolah melepaskan rasa rindu dengan ngobrol, bergurau dan bercengkrama bersama.

"Tadi kita saling telpon. Kebetulan sebelum wukuf ada waktu luang, jadi kita janjian ketemu. Jadi Saudara ketemunya di Arafah. Mantap kan?,' kata Alfina.

Kelima saudara ini pun merasakan anugerah yang indah dari Allah karena bisa Bersilaturahmi dengan saudara sendiri. "Alhamdulillah. Kita bisa bertemu di sini jauh di luar negeri, di Arafah lagi. Padahal di Padang malah tidak bisa bertemu," ucapnya.

Di Arafah ini mereka berdoa semoga semua saudara -saudara diberikan rezeki untuk pergi haji. "Saya doakan semua saudara pergilah ke sini. Rasanya sangat nikmat," pungkasnya. 

Wukuf di Arafah: Puncak Rangkaian Ibadah Haji

Seluruh jemaah haji, termasuk dari Indonesia hari ini, Sabtu (15/6/2024) melaksanakan wukuf di Arafah. Wukuf merupakan salah satu rangkaian puncak ibadah haji. (Foto: Humas Kemenag)

Wukuf di Arafah merupakan inti dari seluruh rangkaian ibadah haji. Ritual ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, di mana jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdiam diri, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Wukuf menjadi momen yang sangat penting karena menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan 1446 H/2025, Ahmad Qosbi, menegaskan bahwa wukuf di Padang Arafah merupakan penentu utama kesempurnaan ibadah haji.

Menurutnya, "Wukuf di Arafah merupakan bagian penting ibadah haji dan menjadi penentu kesempurnaan ibadah haji." Proses wukuf dimulai setelah matahari tergelincir pada waktu Zuhur dan berakhir saat fajar terbit pada 10 Dzulhijjah, atau hari raya Idul Adha.

Selama wukuf, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat taubat, zikir, dan istighfar. Momen ini menjadi kesempatan bagi jamaah untuk membersihkan diri dari segala kesalahan dan memulai hidup baru yang lebih baik.

Makna Mendalam di Balik Wukuf

Sementara, batas akhir waktu wukuf adalah saat terbit fajar di hari berikutnya yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. (HAZEM BADER/AFP)

Wukuf di Arafah bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga memiliki makna yang sangat mendalam. Di tempat ini, jamaah haji merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Allah SWT. Mereka menyadari betapa kecil dan lemahnya diri mereka di hadapan Sang Pencipta. Kesadaran ini mendorong mereka untuk lebih rendah hati, bersyukur, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Arafah juga menjadi saksi bisu sejarah penting dalam agama Islam. Di tempat ini, Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah ratusan tahun berpisah. Kisah ini menjadi pengingat bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang, selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.

Selain itu, Arafah juga menjadi tempat di mana doa-doa dikabulkan. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan di Arafah. Oleh karena itu, jamaah haji memanfaatkan momen wukuf untuk memohon segala kebaikan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun seluruh umat Islam.

Infografis Rangkaian Puncak Ibadah Haji 2023 dan Pergerakan Jemaah Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya