Nasib Jack Grealish di Manchester City: Dari Juara, Mabuk, hingga Dijual

Jack Grealish diperkirakan tidak akan masuk dalam skuad Manchester City untuk Piala Dunia Antarklub. Masa depannya di Etihad Stadium pun menjadi bahan perbincangan.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 05 Juni 2025, 11:12 WIB
Pemain Manchester City, Jack Grealish, tertunduk lesu setelah laga Crystal Palace dalam duel pekan ke-17 Liga Inggris 2023/2024 di Stadion Etihad, Sabtu (16/12/2023). Kali ini dua gol Man City dicetak oleh Jack Grealish (24') dan Rico Lewis (54'). Palace membalas di babak kedua melalui aksi Jean-Philippe Mateta (76') dan penalti Michael Olise (90+5'). (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Jack Grealish diperkirakan tidak akan masuk dalam skuad Manchester City untuk Piala Dunia Antarklub. Masa depannya di Etihad Stadium pun menjadi bahan perbincangan.

Pemain berusia 29 tahun ini semakin sering dikaitkan dengan kemungkinan hengkang. Bursa transfer musim panas bisa menjadi kesempatan bagi Grealish untuk memulai babak baru.

Beberapa klub Eropa kabarnya tertarik mendatangkan Grealish. Mereka melihatnya sebagai pemain berkualitas yang butuh panggung utama.

Namun, gaji tinggi Grealish, yaitu 300,000 pounds per pekan, menjadi tantangan bagi calon pembeli. Manchester City pun dikabarkan siap mempertimbangkan opsi peminjaman.


Masa Keemasan Jack Grealish

Di babak kedua, pada menit ke-50, Jack Grealish membuka keunggulan Manchester City di kandang Paris Saint-Germain. (Franck FIFE/AFP)

Jack Grealish datang ke Manchester City pada 2021. Saat itu, ia menjadi pemain termahal di Inggris dengan biaya 100 juta pounds (sekitar Rp2 triliun).

Di musim 2022/2023, ia berkontribusi besar dalam meraih treble: Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Grealish juga turut membawa City meraih trofi Piala Dunia Antarklub.

Tiga gelar Premier League dan berbagai trofi lainnya menjadi bukti kesuksesan Grealish bersama City. Namun, masa-masa itu kini tampaknya mulai meredup.


Gaya Hidup Hura-Hura yang Jadi Sorotan

Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne dan Jack Grealish melakukan selebrasi dalam pertandingan Liga Inggris 2022/2023 melawan Manchester United di Old Trafford, Sabtu (14/1/2023). Kemungkinan Kevin De Bruyne untuk membela Manchester City jika harus turun kasta sangatlah kecil. Apalagi De Bruyne masih ingin membawa Belgia berkibar di kancah Eropa dan dunia. (AFP/Oli Scarff)

Memang sudah sejak lama Grealish dikenal sebagai pemain yang suka berpesta. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa Grealish sering mengonsumsi minuman beralkohol, hingga mabuk-mabukan.

Salah satu contohnya terjadi saat ia merayakan gelar treble Manchester City. Grealish tak berhenti minum alkohol hingga mabuk di depan rekan-rekannya.

Kebiasaan itu memunculkan tanda tanya soal komitmennya di lapangan. Beberapa pihak menduga gaya hidup ini memengaruhi performa dan posisinya di tim.


Masa Depan yang Masih Abu-Abu

Bek Real Madrid, Dani Carvajal mengerang kesakitan usai terjatuh saat perebutan bola dengan gelandang Manchester City, Jack Grealish pada laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (18/4/2024). (AP Photo/Dave Thompson)

Dua musim terakhir, Grealish kesulitan bermain reguler. Musim ini, ia hanya jadi starter dalam tujuh laga liga.

Pep Guardiola mengakui bahwa keputusan masa depan Grealish akan dibuat bersama musim panas ini. Semua pihak berharap menemukan solusi terbaik.

Pemain berusia 29 tahun itu juga telah dikaitkan dengan beberapa klub lain di Premier League dan luar negeri. Jika Grealish benar-benar pergi, itu menjadi peluang baginya untuk membangun kembali karier yang pernah bersinar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya