Pasar Saham Asia-Pasifik Menguat Didukung Reli Saham Teknologi AS

Pasar saham Asia-Pasifik naik pada Rabu, mengikuti reli di Wall Street yang dipimpin oleh saham teknologi

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 04 Juni 2025, 08:23 WIB
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham Asia-Pasifik naik pada Rabu, mengikuti reli di Wall Street yang dipimpin oleh saham teknologi, terutama Nvidia. Saham perusahaan chip raksasa tersebut menguat hampir 3%, melanjutkan kenaikan hari Senin dan mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui Microsoft untuk pertama kalinya sejak Januari.

Saham perusahaan semikonduktor lainnya seperti Broadcom dan Micron Technology juga mencatatkan kenaikan masing-masing lebih dari 3% dan 4%.

Korea Selatan Memimpin Kenaikan Usai Pemilu Presiden

Dikutip dari CNBC, Rabu (4/6/2025), Pasar saham asia-pasifik, Korea Selatan mencatatkan kenaikan tertinggi di kawasan setelah kembali dibuka pasca pemilihan presiden yang dimenangkan oleh pemimpin partai oposisi, Lee Jae-myung.

Indeks Kospi melonjak 1,57% dan menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan terakhir, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,06%.

Di Jepang, indeks saham acuan Nikkei 225 dibuka menguat 0,83%, dan indeks Topix yang lebih luas naik 0,47%.

 

Ekonomi Australia dan Pasar Global Menjadi Fokus

Kinerja saham emiten bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak ambrol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,54% di awal perdagangan. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama 2025 akan naik sebesar 1,5% secara tahunan, meningkat dari 1,3% di kuartal sebelumnya.

Di Hong Kong, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng berada di level 23.397, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan penutupan terakhir di 23.512,49.

 

Indeks Saham di AS

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sementara itu, di Amerika Serikat, indeks saham berjangka relatif stagnan setelah reli teknologi dan data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap kuat meski ada kekhawatiran terkait dampak tarif.

Indeks S&P 500 naik 0,58% menjadi 5.970,37, Dow Jones bertambah 214,16 poin (0,51%) ke 42.519,64, dan Nasdaq Composite menguat 0,81% ke posisi 19.398,96.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya