Gaji Tiga Kali Lipat Ditolak: Mengapa Bruno Fernandes Tetap Setia di MU?

Bruno Fernandes menolak tawaran menggiurkan dari Al Hilal senilai 35 juta pounds per tahun. Ia memilih bertahan di Manchester United setelah berdiskusi dengan pelatih Ruben Amorim dan keluarganya.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 04 Juni 2025, 06:03 WIB
Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes melompat ke pelukan Diogo Dalot saat merayakan gol ketiga mereka pada pertandingan pekan ke-29 Premier League 2024/2025 melawan Leicester City di King Power Stadium, Inggris pada 16 Maret 2025 waktu setempat atau Senin (17/3/2025) dini hari WIB. (Adrian Dennis/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Bruno Fernandes memastikan dirinya tetap bertahan di Manchester United, meski mendapat tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al Hilal. Tawaran tersebut disebut mencapai 35 juta pounds per tahun bersih, dengan durasi empat musim, serta mahar transfer sebesar 100 juta pounds. Fernandes mempertimbangkan tawaran tersebut cukup serius, namun akhirnya memilih tetap di Old Trafford.

Keputusan tersebut diambil setelah berbicara panjang dengan pelatih Ruben Amorim dan keluarganya. Fernandes mengaku sempat berpikir untuk pindah jika klub merasa waktunya telah habis di United. Namun setelah diskusi internal, ia memprioritaskan kebahagiaan dan hasrat bermain di level tertinggi.

“Saya ingin terus bahagia, saya masih sangat mencintai olahraga ini, dan saya senang dengan keputusan saya,” kata Fernandes. Pernyataannya menegaskan komitmen sang kapten di tengah periode sulit bagi klub, yang baru saja menyelesaikan musim tanpa lolos ke Liga Champions.


Tawaran Menggiurkan dari Al Hilal

Gelandang Manchester United (MU), Bruno Fernandes, berhasil mencetak hattrick ke gawang Real Sociedad dalam leg kedua 16 besar Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (14/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 4-1 dalam pertandingan ini. (AP Photo/Dave Thompson)

Fernandes mengonfirmasi bahwa ia memang dihubungi langsung oleh Presiden Al Hilal sebulan lalu. “Ada kemungkinan itu. Presiden Al Hilal menelepon saya sebulan lalu untuk menanyakan,” ungkap Fernandes dalam konferensi pers bersama Timnas Portugal. Ia menyebut sempat ada masa menunggu untuk mempertimbangkan masa depannya.

“Akan terbuka untuk itu, jika Manchester United merasa ini waktunya saya pergi,” katanya. Namun pelatih Ruben Amorim sangat mendorongnya untuk tetap tinggal. “Saya berbicara dengan Mister Ruben Amorim, yang benar-benar mencoba meyakinkan saya untuk tidak pergi.”

Fernandes juga menegaskan bahwa uang tidak menjadi faktor utama dalam keputusannya. “Kami tidak pernah membahas uang; semuanya ditangani oleh agen saya, bukan saya,” ujarnya. Ia lebih mengutamakan masukan dari keluarga, terutama istrinya yang mendorongnya mempertimbangkan prioritas profesional di atas segalanya.


Loyalitas dan Hasrat Bermain di Level Tertinggi

Gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, memberi isyarat selama pertandingan Fase Europa League UEFA antara Manchester United dan Bodoe/Glimt di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (29/11/2024). (Oli SCARFF/AFP)

Fernandes mengaku pindah ke Arab Saudi bisa menjadi langkah mudah. Ia sudah memiliki teman dekat di sana, seperti Ruben Neves dan Joao Cancelo. Namun, ia tetap memilih bertahan. “Akan jadi langkah mudah. Saya punya Ruben Neves dan Joao Cancelo di sana, dua orang yang saya punya hubungan pertemanan baik,” katanya.

Lanjut Baca:

“Tapi saya ingin tetap di level tertinggi, bermain di kompetisi besar, karena saya masih merasa mampu,” tegasnya. Keinginan tersebut berakar pada hasrat kompetitif dan kecintaannya terhadap sepak bola. Ia merasa tantangan di United masih belum selesai, meski klub mengalami musim terburuk dalam era Premier League. Pelatih Ruben Amorim juga memberikan pernyataan tegas soal masa depan Fernandes usai laga uji coba melawan Hong Kong. “Saya tidak berpikir begitu,” katanya ketika ditanya apakah Fernandes akan pergi. “(Fernandes) melihat kami mengubah beberapa hal dan saya pikir dia ingin tetap tinggal. Dia menolak banyak hal. Tapi dia menunjukkan bahwa dia ingin menang. Dia sangat lapar. Dia sangat bagus. Dia harus berada di liga terbaik di dunia.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya