Isu Prabowo Akan Reshuffle Kabinet, Istana: Mungkin Saja Terjadi

Istana bicara isu reshuffle menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat upacara Harlah Pancasila yang meminta pejabat mundur apabila tidak bisa bekerja, sebelum ia berhentikan.

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 03 Juni 2025, 16:09 WIB
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi bicara soal isu reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi membuka kemungkinan Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih. Namun, dia mengatakan kapan dan siapa saja menteri yang akan direshuffle merupakan hak prerogatif Prabowo.

"Ya reshuffle, itu sesuatu hal yang mungkin saja terjadi. Tapi kapan dan siapa orang yang akan terkena reshuffle, itu betul-betul hak prerogatif Presiden," ujar Hasan kepada wartawan di Kantor PCO Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).

Dia menjelaskan maksud Prabowo yang meminta mundur pejabat apabila tak bisa bekerja dengan baik, sebelum diberhentikan. Hasan menuturkan, ucapan Prabowo tersebut berlaku umum dan tak ditujukan untuk pejabat atau menteri tertentu.

"Jadi kalau tidak bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh Presiden, sesuai dengan tugas, mandat, atau tidak bisa menjalankan pemerintahan yang bersih, yang tidak korupsi, yang tidak mencuri uang rakyat, ya sebaiknya mengundurkan diri sebelum saya berhentikan," katanya.

"Ini peringatan secara umum, dan itu berlaku buat siapa saja. Tidak ditujukan ke orang-orang atau nama-nama tertentu," sambung Hasan Nasbi.

 

Prabowo Minta Pejabat Tak Bisa Bekerja, Mundur

Upacara Hari Lahir Pancasila ke-80 dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta pejabat negara yang tak mampu bekerja dengan baik mundur dari jabatannya. Prabowo tak segan memberhentikan pejabat yang tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," kata Prabowo saat memberikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (2/6/2025).

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara kaya, namun masih banyak kekurangan dan tantangan yang harus diselesaikan. Prabowo mengungkap salah satu kekurangan Indonesia yakni, banyak para pejabat pemerintah yang melakukan penyelewengan dan korupsi.

"Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa, terutama mereka-mereka yang pegang jabatan jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat, dan sebagai mandateris rakyat," jelasnya.

 

Prabowo Lihat Masih Banyak Korupsi

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan akan membentuk Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, serta berusaha memberantas korupsi di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Saya sebagai Presiden RI melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan di tubuh kekuasaan," sambung Prabowo.

Prabowo menekankan kekayaan Indonesia harus dinikmati seluruh masyarakat. Dia berkomitmen untuk memberhentikan semua penyelewengan dan kebocoran yang merugikan masyarakat.

"Saya percaya dan saya yakin pada saat ini bangsa Indonesia di tengah tantangan global kekuatan kita hanya bisa datang kalau kita kompak bersatu. Kita hanya bisa kuat kalau negara kita bersih dari penyelewengan korupsi, manipulasi, dan penipuan," tutur Prabowo.

Infografis 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran dan Sinyal Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya