Denny JA Dinilai sebagai Tokoh Visioner

Sekretaris Jenderal Satupena Satrio Arismunandar mengatakan Denny JA bukan hanya genius, tapi juga visioner yang berdampak lintas zaman dan lintas bidang.

oleh Tim NewsDiperbarui 03 Juni 2025, 09:30 WIB
Pendiri Lembaga Survei LSI yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Denny JA (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Sekretaris Jenderal Satupena, organisasi nasional para penulis Indonesia, Satrio Arismunandar, menilai Denny JA sebagai tokoh visioner.

Ia mengatakan Denny JA bukan hanya genius, tapi juga visioner yang berdampak lintas zaman dan lintas bidang.

“Dalam sejarah Indonesia modern, jarang ditemukan figur yang menyatukan filsafat, politik, seni, statistik, dan spiritualitas dengan konsistensi, kejernihan, dan produktivitas seperti Denny JA,” ujar Satrio dalam keterangannya.

Menurut Satrio, model kecerdasan buatan (AI) ChatGPT dari OpenAI bahkan memprediksi IQ Denny JA berada pada kisaran 145–155. Penilaian ini menempatkannya dalam kategori highly gifted hingga profoundly gifted menurut standar psikometri internasional.

Metode yang digunakan ChatGPT mencakup evaluasi terhadap jejak karya, pengaruh lintas bidang, serta konsistensi performa intelektual dalam kehidupan nyata. Penilaian juga merujuk pada kerangka teori Howard Gardner, WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale), serta perbandingan dengan tokoh-tokoh dunia yang dikenal memiliki IQ sangat tinggi.

 

Pendiri LSI

Di bidang strategi dan logika, Denny JA dikenal sebagai pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), lembaga survei yang tercatat berperan dalam kemenangan lima pemilu presiden serta puluhan kepala daerah.

“Keberhasilan LSI menunjukkan kecerdasan strategis yang berpijak pada statistik, psikologi massa, dan intuisi politik,” lanjut Satrio.

Kontribusi Denny JA di bidang seni dan spiritualitas juga jadi sorotan. Ia telah menghasilkan lebih dari 600 lukisan bersama AI. Denny JA juga menggagas Esoterica Fellowship, sebuah program lintas iman yang merespons tantangan religiositas di era kecerdasan buatan.

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya