Mengenal Damien Comolli, GM Baru Juventus yang Punya Jejak di Arsenal dan Liverpool

Dengan latar belakang sebagai pelatih dan pemandu bakat, Comolli telah menjejakkan kaki di berbagai posisi penting sejak akhir 1990-an.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 02 Juni 2025, 11:10 WIB
Logo dan ilustrasi Juventus. (AFP/Marco Bertorello)

Liputan6.com, Jakarta Juventus resmi menunjuk Damien Comolli sebagai General Manager (GM) baru mereka, menggantikan peran strategis dalam struktur manajemen klub. Sosok asal Prancis ini bukan nama sembarangan dalam dunia sepak bola Eropa. Pengalamannya berkelana di klub-klub besar membuat penunjukan ini terasa penuh pertimbangan.

Comolli sebelumnya menjabat sebagai Presiden Toulouse dan sukses membawa klub tersebut menjuarai Coupe de France 2023. Namun, perjalanannya menuju Juventus bukan hanya soal prestasi terbaru itu saja. Dia punya rekam jejak panjang yang menggabungkan kerja lapangan, kecermatan analisis, hingga keberanian ambil risiko.

Dengan latar belakang sebagai pelatih dan pemandu bakat, Comolli telah menjejakkan kaki di berbagai posisi penting sejak akhir 1990-an. Juventus tentu berharap kehadirannya bisa membawa pendekatan baru, terutama dalam pembangunan tim jangka panjang.


Jejak Panjang Comolli di Dunia Sepak Bola Inggris

Arsenal juara Liga Inggris 2003/2004 tanpa terkalahkan. Arsenal mampu menjuarai Liga Inggris untuk ketiga kalinya di era Premier League pada musim 2003/2004, sekaligus gelar terakhir mereka hingga kini. The Gunners mampu menjuarai musim tersebut tanpa sekalipun menderita kekalahan, 26 kali menang dan 12 kali imbang dari 38 laga dengan meraih total 90 poin. (AFP/Jim Watson)

Karier Comolli bermula dari akademi AS Monaco, tempat dia bermain dan kemudian melatih tim U-16. Namun, langkah besarnya dimulai ketika dia bergabung dengan staf kepelatihan Arsene Wenger dan kemudian ikut sang mentor ke Arsenal. Di London Utara, dia menjadi pemandu bakat Eropa selama tujuh tahun.

Saat bekerja untuk Arsenal, Comolli membantu klub membangun skuad yang dominan di awal 2000-an. Salah satu pencapaiannya adalah mendatangkan pemain seperti Kolo Toure, Emmanuel Eboue, hingga Gael Clichy. Nama-nama ini kemudian menjadi bagian dari proyek ambisius Arsenal, termasuk dalam era 'Invincibles' 2003–04.

Kesuksesannya di Arsenal membuka pintu ke Tottenham, di mana dia menjadi direktur olahraga dan berjasa mendatangkan Luka Modric. Tak berhenti di sana, Comolli juga merekrut Dimitar Berbatov dan beberapa pemain muda berbakat lainnya ke Premier League.


Liverpool dan Pintu Menuju Dunia Manajemen

Sulit untuk menemukan daftar pemain terbaik Liverpool tanpa melihat nama Luis Suarez. Meskipun hanya menghabiskan empat tahun, ia berhasil mencetak 82 gol dalam 133 laga untuk The Reds. Catatan itu membuktikan bahwa Suarez adalah salah satu striker terbaik yang pernah ada di Anfield. (AFP/Glyn Kirk)

Tahun 2010, Comolli bergabung dengan Liverpool sebagai direktur strategi sepak bola. Salah satu momen paling mencolok dalam masa tugasnya adalah aktivitas transfer pada Januari 2011. Di hari terakhir bursa, Liverpool mendatangkan Luis Suarez dan Andy Carroll — langkah besar yang mengubah arah klub.

Meski tak semua keputusannya berjalan mulus, Comolli dikenal punya visi jangka panjang dan berani mengambil risiko. Dia mengedepankan pendekatan berbasis data dan scouting mendalam, jauh sebelum tren ini menjadi mainstream di Eropa.

Lanjut Baca:

Namun, setelah masa singkatnya di Anfield, Comolli menghilang dari radar. Dia sempat bekerja singkat untuk Galatasaray sebelum benar-benar kembali ke dunia sepak bola bersama Toulouse beberapa tahun kemudian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya