Dua Lawan Paling Tangguh PSG di Liga Champions 2024/2025 Versi Luis Enrique: Bukan Inter Apalagi Arsenal

Luis Enrique menyebut dua tim asal Inggris, salah satunya Liverpool, sebagai lawan paling tangguh yang dihadapi PSG di Liga Champions 2024/2025 ini.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 01 Juni 2025, 22:55 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique mengangkat trofi Liga Champions 2024/2025 setelah berhasil mengalahkan Inter Milan dalam laga final yang berlangsung di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta Usai final Liga Champions 2024/2025 lawan Inter Milan, pelatih PSG yakni Luis Enrique menyebut Liverpool dan Aston Villa sebagai lawan paling tangguh yang mereka hadapi sejauh ini di kompetisi tersebut.

PSG sukses menorehkan sejarah baru setelah meraih kemenangan telak atas Inter Milan di final Liga Champions 2024/2025. Tim asal Prancis itu tampil mendominasi sejak menit awal dan menutup laga dengan kemenangan 5-0 di Allianz Arena, Munich.

Performa PSG benar-benar mencerminkan ambisi besar mereka musim ini di pentas Eropa. Anak-anak asuh Luis Enrique tak hanya tampil menyerang, tetapi juga sangat disiplin dalam bertahan.

Inter Milan tidak mampu keluar dari tekanan dan terlihat kesulitan mengimbangi permainan kompak skuad PSG. Hasil ini menegaskan dominasi Les Parisiens sebagai kekuatan baru yang sangat serius di kancah Eropa.


Luis Enrique Puji Liverpool dan Aston Villa

Penyerang Paris Saint-Germain asal Prancis Bradley Barcola (kiri) menjegal penyerang Liverpool asal Mesir Mohamed Salah (kanan) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Liverpool (Inggris) di stadion Parc des Princes di Paris pada tanggal 5 Maret 2025.FRANCK FIFE / AFP

Setelah mengantar PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya, Luis Enrique diminta menyebut lawan tersulit yang dihadapi timnya musim ini. Menariknya, Enrique menyebut dua wakil Inggris, tapi bukan Arsenal.

Ia tentunya juga tidak mengucapkan nama Inter Milan. Enrique menyebut Liverpool sebagai tim yang memberikan tekanan besar kepada PSG, demikian juga Aston Villa.

“Ada beberapa pertandingan musim ini yang menguji kami,” kata Enrique kepada CBS Sports.

“Liverpool, misalnya, membuat segalanya sangat sulit, terutama dalam transisi. Aston Villa juga merupakan salah satu tim yang paling terorganisir yang kami hadapi,” pujinya.


Luis Enrique Targetkan Liga Champions

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengangkat trofi Liga Champions 2024/2025 setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB di Allianz Arena. (AP Photo/Martin Meissner)

Kesuksesan PSG di Eropa musim ini bukanlah kejutan bagi Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut sejak awal sudah menegaskan bahwa tujuan utama tim adalah memenangkan Liga Champions.

Enrique sadar betul tekanan besar yang menyertai jabatannya di klub bertabur bintang seperti PSG. Namun ia berhasil membangun tim yang tangguh dan tampil konsisten sejak fase grup hingga partai final.

“Saya selalu bilang, tujuan kami adalah memenangkan trofi besar. PSG belum pernah juara Liga Champions, dan sekarang kami berhasil mewujudkannya. Ini kebahagiaan bagi banyak orang,” ujar Enrique seperti dikutip dari UEFA.com.


Inzaghi Puji Kualitas PSG

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, berjalan di dekat trofi setelah final Champions League melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Sementara itu pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, tak menutupi kekecewaannya usai timnya dibantai PSG di partai puncak. Namun, ia tetap memberi apresiasi kepada skuadnya yang berhasil melangkah sejauh ini di kompetisi.

Menurut Inzaghi, Inter tampil jauh di bawah standar dan tidak mampu menyaingi kekuatan PSG sejak awal laga. Ia mengakui bahwa lawan mereka memang tampil lebih layak menang.

“Tim ini tidak terlihat seperti Inter saya. Kami yang pertama mengakui itu, tapi tidak ada yang mengurangi kebanggaan saya pada perjalanan para pemain. Kami menghadapi tim yang pantas menang dan mungkin lebih baik dari kami,” akunya kepada Sky Sport Italia.

"Kami memulai pertandingan dengan buruk, kebobolan lebih dulu, lalu pertahanan terbuka lebar. Kekalahan ini pahit, tapi tidak menghapus pencapaian kami sampai ke final," ujar Inzaghi.

(CBS Sports/UEFA/Sky Sport Italia)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya