Liputan6.com, Bali Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani menegaskan asupan gizi yang baik akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya di Bali.
Oleh karena itu, sosialisasi makan bergizi gratis (MBG) perlu dilakukan secara serius. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat Bali mendapat pengetahuan penguatan gizi yang tepat.
Advertisement
Tutik menjelaskan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional dari pemerintahan Prabowo - Gibran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah,” tutur Tutik saat sosialisasi MBG di Bali, Jumat (30/5/2025).
Selain gizi, Tutik memastikan program MBG berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Program MBG juga dirancang untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” jelas Tutik.
Tekan Stunting
Studi dari World Bank pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pemberian makan bergizi tidak hanya meningkatkan tingkat kehadiran dan partisipasi anak di sekolah, tetapi juga mengurangi angka malnutrisi dan stunting.
Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Ade Tias Maulana menjelaskan bahwa tujuan dari program MBG yakni untuk meningkatkan gizi berkualitas, kualitas SDM, dan pemenuhan gizi yang tepat kepada masyarakat.
“Harapannya dengan adanya gizi yang di berikan pada masyarakat dengan program ini akan meningkat gizi berkualitas pada masyarakat,” terang Ade Tias.
Program MBG akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal. Dengan target 30.000 lebih dapur umum atau SPPG di seluruh Indonesia, diperkirakan akan tercipta sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, termasuk tenaga relawan, staf dapur, dan satpam.