MilkLife Soccer Challenge Bandung 2025: Merawat Pertumbuhan Ekosistem Sepak Bola Putri Buat Jenjang Karier

Antusiasme para siswi Bandung menekuni dunia sepak bola putri tak lepas dari peluang besar jenjang karir berkelanjutan dan sistem kompetisi yang berjenjang mulai dari KU 10 hingga KU 16

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 31 Mei 2025, 19:30 WIB
Pertandingan perempat final KU 10 MilkLife Soccer Challenge - Bandung 2025 antara SDN 091 Cibeureum Kota Bandung dan SDN 144 Situgunting yang berlangsung di Lapangan PPI Pusenif Bandung, Sabtu 31 Mei 2025. Penggawa SDN 091 Cibeureum Bandung melaju ke babak semifinal setelah menang 4-0./Ist

Liputan6.com, Jakarta Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge – Bandung 2025 kembali digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife. Kompetisi berlangsung di Lapangan PPI Pusenif dan Stadion Sidolig Bandung sejak Rabu (27/5) hingga Minggu (1/6/2025). Tak kurang, sebanyak 1.711 siswi dari 71 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Bandung dan sekitarnya ambil bagian unjuk kemampuan mengolah bola di lapangan hijau. Mereka terbagi ke dalam 121 tim KU 12 dan 37 tim KU 10.

Jumlah ini meningkat cukup tinggi bila dibandingkan dengan dua kali penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Bandung di tahun lalu. Pada Seri 1 yang berlangsung di bulan Juni 2024, turnamen diikuti oleh 536 siswi dari 22 SD dan MI. Lalu di seri kedua pada Oktober 2024, partisipasi peserta melonjak tiga kali lipat hingga 1.564 siswi dari 68 SD dan MI.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan tingginya antusiasme para siswi Bandung menekuni dunia sepak bola putri tak lepas dari peluang besar jenjang karir berkelanjutan dan sistem kompetisi yang berjenjang mulai dari KU 10 hingga KU 16.

Selain itu, tiga atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge asal Bandung juga telah ikut berlaga dalam turnamen bergengsi JSSL Singapore 7’s 2025 pada April lalu yang menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para siswi sehingga semakin giat menggeluti sepak bola.

Mereka adalah Riyanti Saffana Suryani siswi SDN 129 Rancasawo Margasari Bandung yang memperkuat skuad MilkLife Shakers (U-12), serta Amanda Fitriani siswi SDN 073 Pajagalan A Bandung dan Kazumi Zalfa Arrobi’ Nurlan dari SDN 203 Kacapiring Bandung yang bergabung dalam tim HydroPlus Strikers (U-14). Kedua tim debutan tersebut, MilkLife Shakers dan HydroPlus Strikers berhasil menjadi runner up di turnamen usia dini yang digadang terbesar di Asia tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus merawat pertumbuhan ekosistem sepak bola putri dari level usia dini dengan menciptakan iklim kompetisi dan mengikuti turnamen level nasional maupun internasional. Kami ingin sepak bola putri Indonesia mendapatkan tempat terhormat di mata dunia. Kami meyakini dengan wadah kompetisi yang terus dilakukan secara berkesinambungan dapat menjadi motivasi para putri untuk giat berlatih dan mengasah kemampuan,” ucap Yoppy.

Lanjut Baca:

Selain mempertandingkan 7x7 di KU 10 dan KU12, kini MilkLife Soccer Challenge juga menyelenggarakan fun competition bertajuk Festival SenengSoccer untuk KU 8 atau usia 6-8 tahun. Yoppy menjelaskan, berbeda dengan turnamen di KU 10 dan KU 12, Festival SenengSoccer dikhususkan untuk siswi usia 6-8 tahun (KU 8), dengan tujuan menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola. Dengan menyasar usia yang lebih dini maka diharapkan dapat menjaga mata rantai regenerasi pesepakbola putri, agar bisa terus bermunculan dan naik ke jenjang selanjutnya. “Melalui Festival SenengSoccer kami berharap para putri usia 8 tahun ke bawah bisa merasakan dulu asyiknya bermain bola. Tidak perlu ada pertandingan, yang penting mereka tahu bermain sepak bola itu menyenangkan, dan minatnya tumbuh. Dengan melihat tim KU 12 bertanding sepak bola di lapangan yang sama juga akan memotivasi adik-adik untuk bisa menjadi pemain sepak bola mewakili sekolah,” bilang Yoppy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya