Menolak Lupa, 19 Tahun Bencana Lumpur Lapindo yang Tak Kunjung Usai

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 30 Mei 2025, 13:45 WIB
Menolak Lupa, 19 Tahun Bencana Lumpur Lapindo yang Belum Usai
Bencana semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidorajo, belum berakhir. Pada Kamis 29 Mei 2025, bencana ini genap berusia 19 tahun. Diketahui, 29 Mei 2006 banjir lumpur panas merendam Dusun Balongnongo Desa Renokenongo dan Desa Jatirejo Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Titik awal banjir lumpur terjadi di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas,Inc. Lokasi pusat semburan berjarak sekitar 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1) yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo selaku operator blok Brantas. Semburan lumpur diduga akibat aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di lokasi tersebut. Semburan lumpur panas Lapindo mengakibatkan tenggelamnya 19 desa di tiga Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak menyembur di tengah permukiman pada 29 Mei 2006 slam, lumpur Lapindo telah menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan. Semburan lumpur juga berdampak pada hilangnya lahan pertanian, kerusakan infrastruktur, polusi air dan udara, serta kesehatan warga sekitar. Ribuan rumah, bangunan fasilitas publik, sawah, tempat usaha, hingga pemakaman tenggelam tak bersisa dalam genangan lumpur Lapindo.
Sebuah tugu peringatan yang dipasang di tanggul lumpur Lapindo menandai peringatan 19 tahun bencana tersebut di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 Mei 2025. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Bencana semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidorajo, belum berakhir. Pada Kamis 29 Mei 2025, bencana ini genap berusia 19 tahun. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Diketahui, 29 Mei 2006 banjir lumpur panas merendam Dusun Balongnongo Desa Renokenongo dan Desa Jatirejo Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Titik awal banjir lumpur terjadi di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas,Inc. Lokasi pusat semburan berjarak sekitar 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1) yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo selaku operator blok Brantas. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Semburan lumpur diduga akibat aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di lokasi tersebut. Semburan lumpur panas Lapindo mengakibatkan tenggelamnya 19 desa di tiga Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Sejak menyembur di tengah permukiman pada 29 Mei 2006 slam, lumpur Lapindo telah menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan. (JUNI KRISWANTO/AFP)
Semburan lumpur juga berdampak pada hilangnya lahan pertanian, kerusakan infrastruktur, polusi air dan udara, serta kesehatan warga sekitar. Ribuan rumah, bangunan fasilitas publik, sawah, tempat usaha, hingga pemakaman tenggelam tak bersisa dalam genangan lumpur Lapindo. (JUNI KRISWANTO/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya