Pesan Menag untuk Jemaah Haji Jelang Armuzna: Saving Energy untuk Hari H-nya Haji

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau jemaah haji Indonesia yang menjadi jemaah haji terbanyak tahun ini menjadi contoh untuk jemaah-jemaah lain di dunia.

oleh Dinny MutiahDiperbarui 29 Mei 2025, 15:43 WIB
Jemaah haji Indonesia melaksanakan shalat berjemaah di salah satu hotel di Makkah. (dok. MCH 2025)

Liputan6.com, Jeddah - Otoritas Arab Saudi menyampaikan sejumlah imbauan kepada pemerintah Indonesia terkait persiapan jelang puncak haji yang akan berlangsung di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Salah satunya terkait prediksi suhu ekstrem yang bisa mencapai 50 derajat celcius saat pelaksanaan wukuf hingga lempar jumrah.

Kondisi cuaca tersebut, kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menjadi persoalan serius bagi jemaah haji Indonesia yang berasal dari daerah tropis dengan suhu udara yang rata-rata lebih rendah dari di Makkah. Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan dirinya dengan baik, seperti menjaga asupan cairan tubuh dengan rutin minum.

Ia mengingatkan, daripada mengejar ibadah sunnah, seperti arbain di Madinah atau umrah sunnah berkali-kali di Masjidil Haram Makkah, sebaiknya jemaah haji Indonesia menyimpan energinya untuk melaksanakan puncak haji.

"Kita sudah mengimbau kepada jemaah haji kita untuk saving energy untuk hari H-nya haji," kata Menag dalam jumpa pers di Jakarta jelang keberangkatan ke Arab Saudi, Kamis, 29 Mei 2025.

Di samping itu, ia juga mengajak jemaah haji Indonesia untuk menjadi contoh bagi jemaah haji dari negara lain. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi memberi perhatian khusus kepada jemaah haji Indonesia lantaran jumlahnya mencapai seperlima dari total jemaah haji dunia yang total lebih dari 1,1 juta jemaah haji sudah tiba di Arab Saudi saat ini.

"Maka, kalau jemaah haji Indonesia bisa tertib, itu bisa dicontoh pergerakan-pergerakan selanjutnya oleh rombongan jemaah haji lain," sambungnya.

 

 

Permasalahan Teknis Haji

Jemaah haji dari seluruh dunia melakukan tawaf di Kakbah jelang pelaksanaan puncak ibadah haji. (dok. Media Center Haji 2025)

Hingga hari ini, Menag menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji yang sudah berangkat ke Arab Saudi mencapai 482 kloter dari total 525 kloter pada musim haji tahun itu. Itu mencakup 180.734 jemaah haji reguler yang terdiri dari 105.085 perempuan (55 persen) dan 84.969 laki-laki atau mencapai 45 persen.

Adapun jemaah haji khusus yang sudah tiba di Tanah Suci mencapai 15.033 orang. Seluruh jemaah haji gelombang pertama yang berada di Madinah kini sudah berada seluruhnya di Makkah. "Seluruh jemaah terkonsentrasi di Makkah untuk mengiktui puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina," kata Menag.

Berdasarkan ketetapan otoritas Arab Saudi, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada 28 Mei 2025 sehingga wukuf di Arafah akan berlangsung apda Kamis, 5 Juni 2025. Sementara, jemaah akan bergerak dari Makkah ke Armuzna pada 8 Dzulhijjah 1446 H atau Rabu, 4 Mei 2025, dalam tiga kurun waktu berbeda. 

Sementara, rombongan Amirul Hajj yang dipimpinnya akan terbang ke Arab Saudi dengan pesawat Garuda Indonesia pada hari ini dan tiba pada Kamis malam nanti. Sementara, anggota rombongan yang di antaranya termasuk Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Muhammad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BPH Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Perhubungan Dudi Sugandi, Penasihat Khusus Presiden dalam Urusan Haji Muhadjir Effendy, akan tiba dalam waktu bervariasi.

9 Imbauan Arab Saudi untuk Petugas dan Jemaah Haji Indonesia

Ilustrasi jemaah haji di bawah terik sinar matahari. (dok. MCH 2025)

Sebelumnya, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Muchlis M Hanafi menyampaikan sembilan imbauan penting dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kepada seluruh petugas dan jemaah haji Indonesia jelang puncak ibadah haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Imbauan disampaikan dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025.

Pertama, Kementerian Haji dan Umrah menekankan agar jemaah dilarang keluar dari tenda Arafah dan Mina pada pukul 10 sampai 16 WAS karena suhu diperkirakan akan mencapai 50 derajat celcius. "Jadi, imbauan ini dikeluarkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh jemaah," katanya dalam jumpa pers di Makkah, Rabu, 28 Mei 2025.

Kedua, kedisiplinan dalam pergerakan Armuzna. Ia menekankan bahwa jemaah harus mengikuti jadwal pergerakan resmi sesuai syarikahnya masing-masing. "Jadi, dilarang bergerak sendiri-sendiri yang tidak sesuai penempatannya," sambungnya.

Ketiga, larangan penyembelihan hewan dam di luar program Adahi. Muchlis telah berulang kali menyampaikan bahwa jemaah haji yang menyembelih hewan dam di luar program Adahi akan dikenakan sanksi tegas pemerintah Arab Saudi. "Penyembelihan di luar program resmi, termasuk melalui calo atau tempat-tempat tak berizin itu dilarang keras," ujarnya.

Soal Lempar Jumrah hingga Jadi Contoh Jemaah Lain

Jemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan di Kota Makkah. Mereka disambut dengan cuaca panas yang mencapai suhu 30-45 derajat Celsius. (FOTO; MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

Keempat, pengaturan jadwal melontar jumrah. Pelaksanaannya, kata dia, harus dilakukan sesuai jadwal resmi yang ditetapkan syarikah dan markaz yang diketahui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. "Jadi, dilarang melakukan pelontaran jumrah secara bebas dan individual," ia menekankan.

Kelima, seluruh jemaah wajib membawa dan menjaga kartu nusuk. Para petugas haji, sambung dia, diminta memastikan bahwa tidak ada jemaah yang kehilangan atau tak memiliki kartu tersebut. "Bahkan disampaikan jangan sampai terjadi ada jemaah haji yang tidak bisa ke Masjidil Haram karena terkendala nusuk," ujarnya.

Keenam, jemaah diminta menjaga kesehatan dengan selalu memakai masker, menggunakan payung saat di luar tenda, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, mengonsumsi makanan sehat, dan cukup cairan.

Ketujuh, jika terdapat keluhan layanan syarikah terkait dengan listrik, AC, air atau fasilitas lainnya, jemaah dapat menghubungi nomor pengaduan resmi 1966. "Jadi, seluruh petugas diminta menyosialisasikan nomor ini," katanya.

Kedelapan, petugas kloter wajib hadir di tenda bersama jemaah dan nomor kontak mereka itu harus dapat diakses dengan mudah jika terjadi kondisi darurat.

Kesembilan, tampil sebagai teladan. "Kita diharapkan tampil sebagai teladan dalam ketaatan terhadap aturan, ketaatan disiplin, dan menjaga citra positif bangsa Indonesia di mata dunia," ujarnya lagi.

Infografis delapan syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia 2025. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya