Eksklusif Reza Rahadian: Soal Film Gowok Kasamutra Jawa dan 16 Tahun Berteman dengan Hanung Bramantyo

Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa?

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 29 Mei 2025, 14:00 WIB
Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia main film Gowok Kamasutra Jawa karya sineas Hanung Bramantyo. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Mengapa? (Foto: Dok. Arman Febryan dari akun Instagram @officialpilarez)

Liputan6.com, Jakarta Reza Rahadian lagi. Kali ini, ia membintangi film Gowok: Kamasutra Jawa. Porsinya tak banyak. Bisa jadi tak sampai 5 adegan. Namun, Reza Rahadian mengaku jatuh hati pada cerita dan tema yang diusung film tersebut.

Gowok: Kamasutra Jawa adalah karya sineas Hanung Bramantyo. Reza Rahadian mengaku susah menolak jika ditawari peran oleh sutradara peraih 2 Piala Citra itu. Apalagi, ada nama besar Raam Punjabi di belakangnya.

“Sederhana saja alasannya. Kalau sudah Mas Hanung yang mengajak, apalagi ada Pak Raam Punjabi juga, itu susah untuk bilang enggak,” kata Reza Rahadian dalam sesi konferensi pers di Jakarta Pusat, pekan ini.

Dalam Gowok, aktor peraih 5 Piala Citra itu sebagai Kamanjaya, priayi Jawa yang dititipkan kepada gowok terkenal, Nyai Santi (Lola Amaria) untuk belajar memahami pribadi dan detail tubuh perempuan sebelum nikah.

“Aku sebenarnya cuma numpang lewat di film ini. Mungkin empat (scene). Aku sebenarnya memerankan ulang tokoh yang dimainkan Devano ketika dewasa. Jadi begitu,” ia membocorkan.

Versi muda Kamanjaya dimainkan Devano Danendra. Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, Reza Rahadian berbagi cerita soal Gowok Kamasutra Jawa dan persahabatan dengan Hanung Bramantyo.


Hangatnya Sambutan Audiens Belanda

Reza Rahadian. (Foto: Dok. Arman Febryan dari akun Instagram @officialpilarez)

Salah satu pencapaian Gowok: Kamasutra Jawa adalah melaju di Big Screen Competition, International Film Festival Rotterdam pada trimester pertama 2025. Reza Rahadian terbang ke Belanda mengikuti festival bergengsi ini.

Yang bikin hati lega, pemutaran Gowok: Kamasutra Jawa di Rottedam dipadati penonton. Sesi tanya jawab digelar di studio berkapasitas besar, teater IMAX, dan banyak penonton bertahan untuk ikut bertanya jawab.

“Kami dapat studio IMAX, full house. Tiga hari tiket ludes terjual. Dapat komentar-komentar bagus. Biasanya, tanya jawab jadi momen deg-degan karena kami bertanya-tanya apakah orang akan tetap stay atau pulang,” kenang Reza Rahadian.

Padahal, tanya jawab digelar jelang jam 11 malam. Unsur Indonesia yang kuat, tema sensitif sekaligus eksotis, performa pemain gemilang, plus penyutradaraan Hanung Bramantyo adalah kunci memikat audiens di Negeri Kincir Angin.

Lanjut Baca:

Salah satu pertanyaan penonton Rotterdam yang membekas di benak Reza Rahadian, “Apakah film ini bisa tayang di Indonesia?” Waktu membuktikan, Gowok: Kamasutra Jawa siap tayang di bioskop Tanah Air mulai 5 Juni 2025. Kabarnya akan ada dua versi. Yang diperkenalkan kepada jurnalis dalam sesi press screening di Plaza Indonesia XXI pekan ini adalah director’s cut dengan label 21 tahun ke atas. Hanung Bramantyo dalam film ini bertutur dengan bebas dan lepas. “(Saat di Rotterdam) kami jawab, bisa. Mereka berpikir memang boleh ada adegan seperti ini? Belum lagi backgroud-nya 1960-an, sensitif. Tapi memang ini tidak dibahas panjang. Ini sebagai latar, setting waktu. Jadi tidak membahas insiden 1965,” urainya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya