Kontrak Habis di Tengah Turnamen? Begini Cara FIFA Akali Kekacauan Club World Cup

Piala Dunia Antarklub edisi terbaru bakal dimulai pertengahan Juni 2025 dengan nuansa yang jauh berbeda. FIFA mengubah sejumlah aturan penting demi kelancaran turnamen elite ini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 28 Mei 2025, 08:44 WIB
Trofi Piala Dunia Antarklub FIFA yang baru berada di tengah ruangan selama KTT Kripto Gedung Putih di Washington DC, 7 Maret 2025 waktu setempat. (Jim WATSON / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia Antarklub edisi terbaru bakal dimulai pertengahan Juni 2025 dengan nuansa yang jauh berbeda. FIFA mengubah sejumlah aturan penting demi kelancaran turnamen elite ini.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah dibukanya jendela transfer tambahan pada awal Juni. Tujuannya untuk membantu klub-klub peserta mendaftarkan pemain anyar tepat waktu.

Namun perubahan ini justru menimbulkan pertanyaan pelik soal status pemain yang kontraknya berakhir di tengah turnamen. FIFA pun harus merancang solusi unik demi menjaga kelancaran kompetisi.


Jendela Transfer Tambahan: Celah Baru di Awal Musim

Ilustrasi Piala Dunia Antarklub 2025. (Bola.com/FIFA)

Biasanya, klub Eropa hanya punya dua periode transfer: musim panas dan musim dingin. Tapi demi Club World Cup 2025, FIFA membuka celah ketiga di awal Juni.

Mulai 1 hingga 10 Juni 2025, negara anggota diberi opsi untuk membuka jendela transfer ekstra. Meski sifatnya opsional, klub peserta diuntungkan karena bisa menambah pemain lebih cepat.

Namun FIFA membatasi total jangka waktu transfer maksimal 16 minggu dalam setahun. Oleh karena itu, jendela utama musim panas akan ditutup selama lima hari dan dibuka kembali pada 16 Juni.


Dilema Kontrak Pemain: Kasus Alexander-Arnold dan De Bruyne

Kevin De Bruyne resmi menutup karier panjangnya bersama Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, pada 20 Mei 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Kontrak mayoritas pemain di Eropa berakhir pada 30 Juni. Ini menciptakan situasi unik, karena Club World Cup berlangsung hingga pertengahan Juli.

Contoh nyata datang dari Trent Alexander-Arnold yang kontraknya bersama Liverpool habis akhir Juni. Real Madrid ingin mendaftarkannya sejak awal turnamen, tapi harus mencapai kesepakatan dengan Liverpool lebih dulu.

Jika kesepakatan tak tercapai, Madrid harus menunggu Trent berstatus free agent di tengah turnamen. Untungnya, FIFA membuka jendela pendaftaran ulang antara 27 Juni sampai 3 Juli.


Solusi Mid-Tournament dan Risiko Cedera Pemain

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan kunci untuk membuka trofi Piala Dunia Antarklub FIFA di Ruang Oval Gedung Putih, di Washington, DC, pada 7 Maret 2025 waktu setempat. (Jim WATSON / AFP)

Pemain seperti Kevin De Bruyne menghadapi keputusan krusial. Ia bisa hengkang dari Manchester City sebelum turnamen usai atau menyepakati perpanjangan jangka pendek.

Namun, risiko cedera menjadi pertimbangan utama bagi pemain bintang. “Kalau saya cedera di Club World Cup, siapa yang akan bertanggung jawab? Mungkin saya tak akan main,” ujar De Bruyne setelah final FA Cup.

Selain perpanjangan singkat, klub juga bisa mendaftarkan dua pemain tambahan selama jendela tengah turnamen. Tapi FIFA hanya mengizinkan maksimal enam perubahan dalam skuad sepanjang turnamen.


Aturan Tambahan FIFA: Dari Skuad 50 Nama hingga Batas Klub

Setiap klub wajib menyerahkan daftar awal berisi 50 pemain sebelum disaring menjadi 35 nama final. Tambahan khusus diberikan untuk posisi kiper, yang bisa diganti kapan pun jika cedera parah.

Uniknya, FIFA mengizinkan pemain membela tiga klub berbeda dalam semusim jika salah satunya adalah peserta Club World Cup. Aturan ini sengaja dilonggarkan demi fleksibilitas skuad.

Namun, FIFA tetap mewajibkan klub melepas pemain untuk jeda internasional 2–10 Juni, meski turnamen dimulai segera setelahnya. Hanya peserta Gold Cup dari wilayah CONCACAF yang kemungkinan terdampak langsung.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya