Janji Bakal Perbaiki Cara Komunikasi, Menkes Budi: Semua Masukan Welcome

Menkes Budi mengungkapkan bakal memperbaiki cara komunikasi ke publik usai ramai pernyataannya terkait ukuran celana 33 ke atas dan gaji Rp5 juta.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 27 Mei 2025, 11:00 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin siap untuk menerima masukan terkait kinerja, termasuk gaya komunikasinya yang belakangan menjadi sorotan publik. (Dok Kemenkes RI)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin siap untuk menerima masukan terkait kinerja, termasuk gaya komunikasinya yang belakangan menjadi sorotan publik. Beberapa pernyataan Menkes Budi yang menuai perhatian dalam beberapa pekan terakhir antara lain soal ukuran celana 33 ke atas dan gaji Rp5 juta.

"Kalau memperbaiki cara komunikasi, saya akan selalu memperbaiki cara komunikasi saya. Dan... semua masukan welcome," kata Budi merespons saran dari anggota Komisi IX DPR Nurhadi yang meminta kepadanya agar lebih bijak saat menyampaikan suatu hal ke publik.

Dalam rapat bersama DPR RI pada Senin, 26 Mei 2025 itu, Budi menyampaikan maksud tentang ucapannya beberapa waktu lalu yang ramai di media. Pertama, ucapan Budi tentang ukuran celana jeans 33 ke atas lebih cepat menghadap Allah.

Budi mengatakan, pernyataan tersebut maksudnya untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya visceral fat atau lemak yang menumpuk di perut. Pesan yang ingin Budi sampaikan adalah masyarakat mencegah agar tidak alami kegemukan dan obesitas.

"Kalau obesitas, dua kali lipat dua indikator (tekanan darah tinggi dan diabetes) ini terjadi," kata Menkes Budi.

Maksud Menkes Budi soal Ucapan Rp5 Juta dan Rp15 Juta

Lalu, kedua, mengenai orang yang memiliki gaji Rp15 juta lebih sehat dan pintar dari yang Rp5 juta hal tersebut merujuk pada data World Bank tentang negara maju.

"Yang mau saya sampaikan, kalau mau jadi negara maju, menurut World Bandk, pendapat per kapitanya Rp15 juta," kata Budi.

"Kita harus angka bersama agar bisa menjadia negara maju, untuk bisa kesana kan masyarakat nya harus sehat," lanjutnya.

Tugas Kemenkes, lanjut Budi, adalah untuk menyehatkan masyarakat supaya bisa mencapai menjadi negara maju.

 

Sampaikan soal Hasil CKG soal Angka Hipertensi yang Tinggi pada Lansia

Di kesempatan itu, Budi juga sempat menyinggung tingginya angka hipertensi atau tekanan darah tinggi pada lansia. Hal tersebut diketahui dari dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar sejak 10 Februari 2025.

"Usia di atas 60 tahun itu, 44 persen itu darah tinggi, (tekanan darahnya) di atas 140/90. Lalu yang pre hipertensi ada 20 persen," kata Budi.

Kemudian, orang di atas 60 tahun yang mengalami kadar gula darah tinggi atau diabetes adalah 30 persen. Ia pun berharap lewat CKG masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes bisa segera melakukan intervensi guna mencegah risiko penyakit stroke dan jantung.

"Kalau tekanan darah dan gula darah terkontrol, itu bisa menurunkan derajat kematian very significant," tuturnya.

 

Infografis Target dan Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis Era Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya