Nafsu Makan Lansia Turun, Apa Penyebab dan Bagaimana Menanganinya?

Lansia tak nafsu makan, caregiver bisa lakukan hal ini!

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiperbarui 26 Mei 2025, 19:44 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam RS EMC Cibitung, dr. Yhan Batista, Sp.PD dalam Healthy Monday bersama Health Liputan6.com, Senin (26/5/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Para lansia alias lanjut usia kerap mengalami penurunan nafsu makan. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS EMC Cibitung, dr. Yhan Batista, Sp.PD, penurunan nafsu makan pada lansia bukan tanpa sebab.

“Kalau makanan pasti dikunyah dulu kan, kalau orang tua kan giginya udah enggak lengkap lagi. Ini pasti mengganggu proses mengunyahnya,” kata Yhan dalam Healthy Monday bersama Health Liputan6.com, Senin (26/5/2025).

Makanan yang tak terkunyah sempurna ini masuk ke lambung. Sementara, lambung lansia sudah mulai mengecil dan produksi asam lambungnya sudah tidak bagus.

“Nah, otomatis sering begah, sering gampang kembung perutnya jadi akan mengganggu nafsu makan. Nafsu makan juga dipengaruhi sama otaknya, sarafnya, jadi proses makan sendiri kompleks sebenarnya,” papar Yhan.

Dia menambahkan, ini bukan kondisi normal dan perlu ditangani. “Kalau disebut normal, masa makan cuman tiga sendok.”

Guna menangani masalah ini, Yhan biasanya memeriksa berat badan lansia, apakah ada penurunan atau penambahan. Jika setelah dievaluasi ternyata ada masalah terkait makan, maka dokter akan menangani gangguan makan itu.

“Kalau giginya ompong, mungkin diarahkan untuk menggunakan gigi palsu,” terang Yhan.

 

 

Penguatan Rasa Makanan 

Upaya lain jika lansia tak nafsu makan adalah menanyakan makananan kesukaannya dan membuatnya lebih kaya rasa.

“Kalau enggak nafsu makan, kita tanyakan biasanya mau makan apa nanti bumbunya dibuat lebih kuat karena kadang-kadang indra pengecapnya sudah mulai turun jadi bumbunya agak lebih kuat.

“Tapi tetap perhatikan kondisi lainnya, kalau diabetes, darah tinggi, itu kan enggak bisa makan makanan terlalu manis atau terlalu asin,” jelas Yhan.

 

Saran untuk Caregiver

Yhan pun memberi saran bagi para caregiver atau pendamping. Mereka bisa memerhatikan bagaimana kemampuan makan para lansia.

“Amati porsi makannya, kita ambilin makanan, nasi satu centong itu abis atau enggak, yang abis apanya, lauknya apa nasinya, atau enggak makan sama sekali, itu harus diperhatikan.”

“Intinya kalau kita punya lansia, sebagai caregiver kita harus benar-benar perhatikan, detail kecil mungkin itu bisa jadi petunjuk ada masalah apa di beliau itu,” pungkasnya. 

INFOGRAFIS JOURNAL: Lansia di Indonesia Diperkirakan Capai 20 persen dari Jumlah Keseluruhan pada 2045 (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya