Persib Bandung Siap IPO, BEI Buka Suara

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal 2025 belakangan menjadi perbincangan hangat. Lantas apa kata BEI?

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 26 Mei 2025, 18:51 WIB
Tim Persib Bandung merayakan kemenangan mereka sebagai juara BRI Liga 1 musim 2024/2025 dengan menggelar pawai meriah di Kota Bandung, Minggu (25/5/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Rencana PT Persib Bandung Bermartabat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal 2025 belakangan menjadi perbincangan hangat. Di tengah antusiasme publik dan penggemar sepak bola nasional, muncul pertanyaan seputar kesiapan serta proses yang tengah dijalani oleh manajemen klub kebanggaan Jawa Barat itu. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa pihaknya tidak berada dalam posisi untuk memberikan informasi ataupun konfirmasi terkait IPO perusahaan manapun yang belum mendapatkan pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, proses pengumuman kepada publik hanya dapat dilakukan jika seluruh tahapan formal telah terpenuhi sesuai ketentuan pasar modal.

Langkah kehati-hatian ini merupakan bagian dari komitmen BEI untuk menjaga integritas proses IPO serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik bersumber dari mekanisme resmi. Dalam konteks Persib Bandung, hal ini berarti publik masih harus menunggu pernyataan terbuka dari pihak perusahaan dan regulator.

"BEI tidak dalam posisi untuk menyampaikan informasi atau mengonfirmasi rencana dan proses IPO dari perusahaan manapun sebelum perusahaan tersebut memperoleh pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengumumkannya kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Nyoman kepada wartawan, Senin (26/5/2025).

 

BEI Buka Pintu untuk Klub Sepak Bola Masuk Pasar Modal

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Meski belum dapat berkomentar mengenai Persib Bandung secara spesifik, BEI menyambut positif inisiatif dari sektor olahraga untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. Fenomena ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa ekosistem industri olahraga di Indonesia mulai berkembang secara profesional dan terbuka terhadap modernisasi.

Menurut Nyoman, BEI selalu mendorong perusahaan dari berbagai sektor untuk melihat pasar modal sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Tak terkecuali bagi klub sepak bola, yang kini mulai melirik IPO sebagai langkah memperkuat struktur keuangan dan membangun pondasi bisnis yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pendanaan, IPO juga membuka peluang bagi publik untuk turut memiliki bagian dari perusahaan, memperluas basis investor, dan meningkatkan transparansi. Dengan begitu, keterlibatan publik dalam membangun klub bisa terjadi bukan hanya di tribun stadion, tetapi juga lewat kepemilikan saham.

"Pada prinsipnya BEI senantiasa mendorong seluruh perusahaan di berbagai sektor, termasuk industri olahraga, untuk memanfaatkan pendanaan melalui pasar modal sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan menciptakan pilihan portofolio investasi dari investor publik," jelas Nyoman.

 

Tata Kelola Jadi Fondasi Utama Menuju IPO Sukses

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BEI juga menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi setiap perusahaan yang berencana melakukan IPO. Proses ini mencakup kepatuhan terhadap berbagai aspek regulasi, mulai dari keuangan, hukum, hingga tata kelola perusahaan yang baik. Semua itu bertujuan memastikan bahwa perusahaan mampu menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan setelah tercatat di bursa.

Nyoman menjelaskan bahwa BEI secara konsisten mengingatkan calon emiten untuk melakukan persiapan yang matang. Tak hanya untuk memenuhi regulasi, namun juga agar perusahaan benar-benar siap menjadi entitas terbuka yang memiliki kewajiban keterbukaan informasi dan akuntabilitas tinggi.

Bagi perusahaan yang sudah tercatat sekalipun, prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) tetap menjadi standar utama. Dengan manajemen yang transparan dan taat aturan, perusahaan akan mampu menciptakan nilai tambah bagi investor dan seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.

"Kami sangat menghargai persiapan matang dari masing-masing perusahaan potensial IPO. Dengan tata kelola yang baik, diharapkan perusahaan tidak hanya dapat menarik minat investor tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Nyoman.

 

Persib Bandung Siap Debut di Bursa

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengibarkan bendera saat merayakan Persib Bandung juara BRI Liga 1 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu, (25/5/2025). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Klub raksasa Liga 1, Persib Bandung, sudah ancang-ancang melepas saham ke publik. Perusahaan induk pengelola, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), sedang melakukan serangkaian langkah agar bisa memenuhi persyaratan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Rancangan melantai ke bursa efek terlontar setelah Persib Bandung sukses menggapai 'back to back champions' BRI Liga 1. Hal itu ditandai dengan keberhasilan mereka menjadi jawara di BRI Liga 1 2024/2025.

CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Glenn Timothy Sugita menegaskan, klub kebanggaan warga Jawa Barat itu mulai menatap langkah baru, yang akan menjadi tantangan baru. Glenn optimistis, kondisi internal Persib Bandung yang jauh lebih stabil, membuat dirinya yakin.

“Kami melihat Persib Bandung lebih sehat, secara manajemen maupun struktur bisnis. Langkah menuju IPO bukan lagi sekadar mimpi, tapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan,” ujar Glenn.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya