Liputan6.com, Jakarta - Di episode ke-175 dari Asmara Gen Z, kisah persahabatan dan cinta semakin mendalam. Harry dan Aqeela berbagi momen yang menenangkan, sementara Mohan bergumul dengan perasaannya. Di tengah ketegangan dan kebersamaan, persahabatan mereka diuji dan diperkuat.
Harry berdiri dengan tenang di depan pintu rumah Aqeela. Setelah mengetuk perlahan, pintu terbuka dan Aqeela muncul dengan wajah sedikit terkejut. Maaf, Har... Aku ketiduran, katanya dengan nada menyesal. Harry terdiam sesaat, lalu menatapnya dengan lembut, Yang penting, kamu akhirnya bisa istirahat.
Advertisement
Harry membuka pagar untuk Aqeela, dan mereka berdua melangkah keluar dari halaman rumah. Sambil berjalan sedikit di belakang Aqeela, Harry berkata, Aku merasa harus tahu kapan waktunya bersedih dan kapan harus berhenti untuk kemudian melangkah maju. Aqeela terkesima mendengar kata-kata itu. Keren, ujarnya. Harry tersenyum kecil, Aku?
Sementara itu, Mohan masih bersama Fattah. Mo, kamu nggak mau balik ke kos? tanya Fattah. Mohan menggelengkan kepala. Gue nggak bisa tidur. Gue di sini, sedangkan Raisa ada di sana dan gue nggak tahu bagaimana dia. Gue juga dilarang mendekatinya.
Di teras kafe yang biasanya ramai, pagi itu terasa lebih sepi. Saat Victoria dan Jolina bersiap pergi, tiba-tiba Gema muncul dan menghalangi jalan Victoria dengan wajah serius. Babe! Aku terima kamu. Kamu luar biasa dengan banner itu. Kiara terlihat terkejut dengan pengakuan Gema.
Mohan duduk di tengah, dikelilingi oleh teman-temannya. Terima kasih kita masih di sini. Kita..., anak-anak sembilan ilmu! Kita adalah keluarga! seru Mohan dengan semangat. Jefan tersenyum dan mengangguk setuju. SOLID! Semua berseru serempak, SOLID!
Di tempat lain, Blade, Matthew, dan Devon duduk bertiga, merasakan ketegangan yang menggantung di udara. Blade akhirnya angkat bicara, Kalian urus tugas kalian. Gue urus tugas gue. Suasana seolah menunggu sesuatu yang besar akan terjadi.