Situs Perludem dan Rumah Pemilu Diretas Sindikat Judi Online, Hati-Hati Jangan Diakses!

Situs lembaga pemantau Pemilu, perludem.org dan rumahpemilu.org diretas oleh sindikat judi online. Sejak dua pekan lalu, website tersebut tiba-tiba berubah menjadi situs judi online. Bahkan domain perludem.org sudah diambil alih oleh pemilik judi online.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 26 Mei 2025, 13:42 WIB
Situs resmi Rumah Pemilu, www.rumahpemilu.org diduga diretas sindikat judi online. Saat ini, situs tersebut masih dalam pemulihan. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Liputan6.com, Jakarta - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendapat serangan hacker di situs resminya. Imbasnya, website www.perludem.org dan www.rumahpemilu.org saat ini terkendala akses.

Melalui instagram resminya, @perludem, disebutkan bahwa serangan siber itu dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dia menegaskan, segala informasi yang ada di dalam website tersebut sudah tidak lagi di bawah kendali dan pengelolaan Perludem. 

"Seluruh materi yang ditampilkan di dalam laman tersebut, dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami mengimbau kepada seluruh Sobat Perludem untuk berhati-hati terhadap setiap informasi dan materi yang ada di laman perludem.org dan www.rumahpemilu.org," tulis Perludem dalam akun sosial medianya, Senin (26/5/2025).

"Kami akan segera merilis website yang baru dalam waktu dekat," jelas Perludem.

Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati mengonfirmasi bahwa situs resmi lembaganya diretas. Menurut dia, saat ini jika website tersebut diakses, maka akan muncul situs judi online (judol).

"Jadi kalau buka website Perludem tampilannya berubah menjadi situs judi online," ujar Khoirunnisa saat dihubungi melalui pesan singkat.

 

Hati-Hati Phising, Jangan Diakses Dulu

Situs resmi lembaga pemantau pemilu Perludem, www.perludem.org diduga diretas sindikat judi online. Beberapa provider sudah bisa mengakses, namun sebagian lainnya tidak bisa. Perludem mengimbau masyarakat tidak mengaksesnya dulu karena khawatir phising. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Dia bercerita, peretasan tersebut sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. Sampai hari ini, pihaknya masih mengupayakan pemulihan.

Dia pun meminta kepada publik untuk tidak mencoba membuka kedua situs tersebut. Sebab dikhawatirkan terkena phising atau scam online.

"Takutnya nanti kalau ada yang bisa buka dan download sesuatu di website Perludem malah kena serangan dari hackernya," ujarnya.

Khoirunnisa menambahkan, beberapa provider memang masih bisa mengakses situs perludem.org. Meski begitu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses dulu kedua situs tersebut sampai ada pernyataan resmi dari Perludem.

"Iya di beberapa provider bisa buka website Perludem, tapi ada juga provider yang tidak bisa buka. Takutnya nanti kalau ada yang bisa buka dan download sesuatu di website Perludem, malah kena serangan dari hacker," kata dia. 

 

Kronologi Website Perludem Diretas Jadi Situs Judi Online

Situs resmi lembaga pemantau pemilu Perludem, www.perludem.org diduga diretas sindikat judi online. Beberapa provider sudah bisa mengakses, namun sebagian lainnya tidak bisa. Perludem mengimbau masyarakat tidak mengaksesnya dulu karena khawatir phising. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Senada dengan itu, peneliti Perludem Fadli Ramadhanil mengungkap kronologis peretasan sudah terjadi sekitar 2 pekan lalu. Secara mendadak, situs berubah menampilkan iklan judi online.

"Tiba-tiba laman perludem, menampilkan promosi judi online. Tim IT kita sudah melakukan serangkaian upaya pemulihan, bahkan sudah berupaya memperbaiki dengan komunikasi dengan pihak pemilik server. Tapi ternyata, domain perludem.org itu sudah beralih pemilik ke pemilik judi online itu," jelas Fadli.

Karenanya, melalui akun sosial media yang masih dalam kendali, Perludem membuat pengumuman agar tidak ada pihak yang dirugikan.

"Kami masih terus melakukan serangkaian upaya pemulihan, tapi memang kondisinya mengkhawatirkan. Karena kendali laman itu sudah sepenuhnya oleh pemilik judi online, makanya kami membuat pengumuman itu," kata Fadli memungkasi.

Infografis 14 Tips Hindari Kecanduan Judi Online. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya