Liputan6.com, Jakarta Tak semua klub besar Eropa mampu menjaga konsistensi di level tertinggi setiap musim. Musim 2024/2025 menjadi bukti bahwa nama besar belum tentu jaminan kesuksesan.
Sejumlah raksasa dari Inggris, Italia, hingga Spanyol harus menerima kenyataan pahit. Mereka gagal menembus zona kompetisi Eropa musim depan.
Advertisement
Padahal, mereka dikenal langganan tampil di Liga Champions maupun Liga Europa. Namun musim ini, performa mereka jauh dari harapan.
Akibatnya, musim depan mereka tidak akan berpartisipasi dalam ajang UEFA mana pun. Sebuah ironi bagi klub-klub sebesar itu.
Berikut ini lima klub besar yang dipastikan absen di kompetisi Eropa musim 2025/2026.
1. Manchester United
Manchester United menjalani musim 2024/2025 yang sangat buruk di Premier League. Mereka terpuruk di posisi ke-15 meski sudah menunjuk Ruben Amorim sejak November.
Performa Setan Merah di Liga Europa sedikit menghibur setelah menyingkirkan Lyon dan Athletic Bilbao. Namun, di final mereka kalah 0-1 dari Tottenham dengan penampilan yang kurang menggigit.
Tottenham yang juga tak konsisten di liga justru lolos ke Liga Champions. Sementara itu, Manchester United bersiap menghadapi musim panas yang sangat menentukan masa depan klub.
2. AC Milan
AC Milan dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan setelah tampil buruk di musim 2024/2025. Klub peraih tujuh trofi Liga Champions ini terpuruk dan kini berada di posisi kedelapan Serie A.
Il Rossoneri juga gagal di final Coppa Italia usai kalah dari Bologna. Hasil itu sekaligus menutup peluang mereka lolos ke Liga Europa lewat jalur alternatif.
Christian Pulisic menjadi korban dari kegagalan ini meski tampil cukup baik sepanjang musim. Ia tidak akan bermain di kompetisi Eropa, padahal Piala Dunia di Amerika Serikat tinggal satu tahun lagi.
3. Sevilla
Sevilla dikenal sebagai raja Liga Europa dengan koleksi tujuh gelar juara. Namun, performa mereka di La Liga musim ini sangat mengecewakan dan membuat klub tercecer di papan bawah.
Musim lalu mereka juga tampil buruk, tapi berhasil menyelamatkan wajah lewat gelar Liga Europa. Sayangnya, kali ini mereka tidak punya kompetisi Eropa untuk dijadikan pelarian.