Perjuangan Vania dari Boyolali Raih 10 Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Siswi dari Boyolali berhasil menorehkan prestasi lmembanggakan. Ia berhasil meraih beasiswa dari 10 universitas top dunia untuk program studi Teknik Mesin.

oleh Tim LifestyleDiperbarui 24 Juni 2025, 15:12 WIB
Perjuangan Vania dari Boyolali Raih 10 Beasiswa Kuliah di Luar Negeri. foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Siswi berprestasi dari SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Vania Jovelyn Nando, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dan membanggakan. Ia berhasil meraih 10 beasiswa dari universitas top dunia untuk program studi Teknik Mesin.

Perjuangan panjang selama dua tahun dengan tekanan akademik, rindu keluarga, hingga kegagalan awal, menjadi jalan terjal yang akhirnya berbuah manis: Vania diterima dan memilih kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, salah satu kampus terbaik di Asia.

Berawal dari Sekolah Berbasis Beasiswa dan Kurikulum Internasional Vania adalah satu dari 122 siswa yang diterima di SMA Pradita Dirgantara melalui program beasiswa penuh. Sekolah ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan dengan kurikulum internasional yang memberikan peluang luas bagi siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

"Menurut saya, SMA ini merupakan loncatan terbesar dalam hidup saya," kata Vania. Di sekolah ini, ia mendapatkan akses pada kurikulum internasional seperti International Baccalaureate (IB), dan eksposur terhadap berbagai peluang beasiswa luar negeri.

Meski begitu perjuangan Vania tidak Selalu Mulus. Ia pernah merasakan kegagalan, insecure, dan kelelahan. Ia pernah gagal dalam seleksi awal Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan tahun 2023.

"Saya hampir menyerah waktu itu. Apalagi banyak teman saya yang lebih berbakat secara akademik. Saya merasa tidak cukup baik," kenangnya. Belum lagi beban BIM dengan tugas seperti Extended Essay (EE), Theory of Knowledge (TOK), dan aktivitas CAS (Creativity, Activity, Service) yang menuntut waktu, energi, dan mental.

 

 

 

10 Kampus yang Beri Beasiswa

Ilustrasi Pendaftaran Beasiswa (freepik/rawpixel.com)

"Tidur kurang, nangis di asrama, rindu keluarga—itu semua bagian dari perjuangan kami yang orang luar tidak tahu," ujar Vania mengenang betapa berat nya untuk mencapai titik ini.

Namun dukungan dari guru BK dan konselor membangkitkan semangat Vania kembali. Ia mencoba jalur BIM Taman Sains, dan akhirnya diterima. Program ini memberikan pembimbingan intensif, termasuk kelas IELTS, SAT, hingga kelas fisika tingkat universitas.

Berikut adalah 10 kampus luar negeri yang memberikan beasiswa untuk program studi Teknik Mesin padanya:

1. Purdue University (AS)

2. Hong Kong University of Science and Technology (HK)

3. University of Sydney (Australia)

4. Monash University (Australia)

5. University of California, Davis (AS)

6. Penn State University (AS)

7. New York University (AS)

8. University of Michigan-Ann Arbor (AS)

9. Nanyang Technological University (NTU) (Singapura)

10. University of New South Wales (UNSW) (Australia)

Dari sepuluh kampus tersebut, NTU Singapura menjadi pilihan utama Vania, mengingat kualitasnya yang tinggi dan kedekatan geografis dengan Indonesia. Selain prestasi akademik, Vania juga aktif dalam berbagai proyek sosial dan penelitian ilmiah, seperti:

 

 

 

 

Prestasi Vania

Perjuangan Vania dari Boyolali Raih 10 Beasiswa Kuliah di Luar Negeri.  foto: istimewa

● Afirmbot Project, robot untuk mengurangi risiko kebakaran

● Hemisphere, kampanye lingkungan berbasis siswa

● STEM & Seniors, program edukasi STEM untuk lansia

● Toward Education, mengajar sains bagi anak-anak kurang mampu di Papua

● Kompasiana News, penulis konten sains dan lingkungan

● Buktiin Taekwondo Club, pelatih dan pemimpin tim bela diri

● Nusantara Science Tour, edukasi STEM ke berbagai daerah di Indonesia

Prestasi Vania juga meliputi medali emas di Youth International Science Fair, DAN 2 Black Belt Taekwondo, hingga penghargaan di kompetisi Bioinformatika dan Fisika Nasional. Misi Besar: Bangun Negeri dari Ilmu Teknik.

Meski awalnya bercita-cita menjadi penerbang dan bergabung dengan TNI AU, Vania kini lebih tertarik pada bidang teknik dan fisika. Ia ingin membangun teknologi penerbangan, bukan sekadar menerbangkan pesawat.

Melalui program beasiswa BIM, ia juga berkomitmen untuk kembali ke Indonesia dan mengabdi setelah studinya selesai. “Kalau saya bisa memberi pesan ke diri saya yang dulu, saya ingin bilang: jangan ragu, jangan takut gagal. Semua perjuangan ini pasti ada hasilnya,” pungkas Vania.

 

Infografis Sasaran, Tujuan, Jenjang Pendidikan & Fasilitas Sekolah Rakyat. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya