6 Penyebab Mata Merah pada Anak, Bagaimana Cara Menanganinya?

Kondisi mata merah ditandai dengan memerahnya bagian berwarna putih pada bola mata. Kondisi ini kerap bikin panik orangtua. Begini cara mengatasinya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 23 Mei 2025, 06:00 WIB
6 Penyebab Mata Merah pada Anak, Simak Cara Menanganinya. (Ilustrasi by AI).

Liputan6.com, Jakarta Permukaan mata anak memiliki pembuluh darah halus yang bertugas mengantarkan nutrisi serta oksigen ke sel-sel mata, layaknya mata orang dewasa.

Pembuluh darah ini akan melebar apabila terjadi alergi atau peradangan, yang berujung menyebabkan kemerahan pada mata. Kondisi mata merah, baik satu mata maupun dua mata dapat membuat buah hati merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Mata merah pada anak adalah masalah yang cukup umum terjadi mengingat anak-anak belum sepenuhnya mengerti cara menjaga kesehatan matanya dengan baik. Kondisi mata merah ditandai dengan memerahnya bagian berwarna putih pada bola mata,” kata dokter spesialis mata dari KMN EyeCare, Kevin,., mengutip keterangan pers, Jumat (23/5/2025).

Menurutnya, untuk menentukan cara penanganan mata merah, sebaiknya pahami terlebih dahulu penyebabnya. Berikut beberapa penyebab mata merah pada anak:

Konjungtivitis Akibat Virus, Bakteri dan Alergi

Dilansir dari American Family Physician, faktor penyebab mata merah yang paling umum terjadi adalah konjungtivitis.

Konjungtivitis merupakan kondisi di mana konjungtiva (selaput bening) di antara kelopak mata dan sklera (dinding bola mata yang berwarna putih) mengalami radang dan bengkak sehingga mata memerah.

Terdapat dua jenis konjungtivitis, yakni menular dan tidak menular. Konjungtivitis menular biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri seperti Adenovirus, Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.

Sementara, konjungtivitis tidak menular disebabkan oleh reaksi alergi dan iritasi akibat kotoran, debu halus, asap, serbuk sari, sabun, sampo dan lain sebagainya.

 

Mata Merah Gegara Cedera

Mata merah pada anak juga dapat disebabkan oleh cedera. Cedera yang dimaksud dapat berupa luka, benturan atau kecelakaan pada mata, serta paparan zat-zat kimia, sinar ultraviolet, atau benda asing yang berbahaya.

Apabila mata cedera, kemungkinan pembuluh darah pada mata ikut terbuka. Hal ini dapat mengakibatkan pendarahan dan mata memerah.

Mata Kering

Mata merah pada anak dapat dipicu oleh kurangnya air mata yang diproduksi oleh kelenjar air mata, yang mengakibatkan mata kering.

Padahal air mata memiliki peran vital untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu, mata kering biasanya juga didukung oleh cuaca seperti terlalu panas, lingkungan ber-AC, atau efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Mata Merah Akibat Selulitis Orbital

Selulitis Orbital merupakan gangguan mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri di dalam rongga orbita mata.

Selain mata merah, selulitis orbital akan disertai dengan pembengkakan pada mata dan demam. Kondisi ini cukup serius, tetapi bisa diobati.

Blefaritis

Kondisi blefaritis merupakan peradangan di sekitar kelopak mata. Peradangan ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri pada bulu mata atau penyumbatan kelenjar meibom (kelenjar minyak pada kelopak mata).

Anak-anak yang mengalami blefaritis tidak hanya mengalami mata merah, tapi kelopak matanya juga akan gatal, lengket, dan bengkak, serta berkerak di pagi hari. Meski demikian, penyakit ini tidak menular.

Penggunaan Gawai Berlebih

Penyebab mata anak merah yang terakhir adalah terlalu sering menghabiskan waktu di depan layar gawai. Baik itu televisi, ponsel maupun laptop.

Mata yang terlalu aktif di depan layar didapati lebih jarang berkedip dan sering mengalami kelelahan. Inilah yang mengakibatkan mata berair serta berwarna merah.

 

Bagaimana Cara Penanganan Mata Merah pada Anak?

Mata merah pada anak harus diwaspadai dan diberi pertolongan pertama guna menghindari gangguan mata yang lebih serius. Berikut beberapa cara menangani mata merah menurut Kevin:

Kompres Mata

Mengompres mata mampu meredakan mata merah. Orangtua dapat mengompres mata anak sebanyak 3 atau 4 kali sehari masing-masing selama 4-5 menit.

Jenis kompres yang digunakan, baik kompres air hangat maupun air dingin, dapat ditentukan berdasarkan penyebab mata merah setelah pemeriksaan oleh dokter spesialis mata.

Gunakan Obat Tetes Mata

Mata anak merah juga dapat diatasi dengan penggunaan obat tetes mata. Cari tahu obat tetes mata yang sesuai dengan kondisi mata merah pada anak dengan memeriksakan anak ke dokter spesialis mata. Sebelum ditetesi obat mata, sebaiknya mata anak dibersihkan terlebih dahulu.

Gunakan Salep Mata

Selain obat tetes mata, orangtua juga bisa menggunakan salep mata. Cara memakainya, tarik kelopak mata bagian bawah anak secara perlahan, oleskan salep mata, kemudian kedipkan mata agar salep merata.

“Sama seperti obat tetes mata, cari tahu salep mata yang sesuai dengan kondisi mata anak.”

Perlu diingat bahwa jenis serta dosis obat tetes atau salep mata yang digunakan harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Jika dalam beberapa hari mata merah tak juga reda atau semakin parah, segera periksakan ke dokter mata.

 

Cegah Mata Merah pada Anak

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu pun dengan mata merah pada anak.

Sebagai pencegahan, orangtua dapat membiasakan anak untuk menjaga kebersihan sejak dini. Salah satunya dengan rajin mencuci tangan sehabis beraktivitas.

Hindari menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang kotor. Selain itu, jaga pula kebersihan ruangan dan lingkungan dari paparan benda atau zat yang dapat memicu alergi seperti debu atau bulu hewan.

Batasi waktu di depan layar (screentime) anak  agar terhindar dari gejala-gejala mata kering yang juga dapat mengakibatkan mata menjadi merah.

“Kesehatan mata anak maupun orang dewasa sebaiknya diperiksakan secara berkala untuk mencegah gangguan mata jangka panjang,” pungkas Kevin.

Infografis 5 Cara Jaga Kesehatan Mata Era Daring Selama Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Niman)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya