Ini Dia Formasi CPNS 2025

Pemerintah telah menetapkan sektor-sektor prioritas dalam seleksi CPNS 2025. Sektor pendidikan, kesehatan, serta tenaga teknis di bidang digital, infrastruktur, dan pelayanan publik diperkirakan menjadi fokus utama.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 22 Mei 2025, 12:15 WIB
Para peserta tes CPNS di Banyuwangi ikuti tes SKD (Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah mempersiapkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 atau CPNS 2025 dengan perkiraan jumlah formasi yang cukup besar.

Meski belum ada angka resmi, diperkirakan formasi yang akan dibuka berkisar antara 300.000 hingga 400.000, dan bahkan bisa mencapai 600.000 apabila memperhitungkan kebutuhan dari kementerian dan lembaga baru.

Estimasi tersebut menunjukkan adanya peluang besar bagi masyarakat yang ingin mengabdi sebagai aparatur sipil negara di berbagai sektor strategis.

Rekrutmen ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas birokrasi nasional, terlebih di tengah rencana besar pembentukan kementerian baru oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jumlah formasi yang signifikan ini juga diharapkan dapat menutup kekurangan pegawai akibat pensiun massal ASN dalam beberapa tahun terakhir.

Prioritas untuk Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Digital

Pemerintah telah menetapkan sektor-sektor prioritas dalam seleksi CPNS 2025. Sektor pendidikan, kesehatan, serta tenaga teknis di bidang digital, infrastruktur, dan pelayanan publik diperkirakan menjadi fokus utama.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital.

 

Masih Mendesak

Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi berlangsung 27-31 Januari 2020. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga medis masih mendesak, terutama di daerah-daerah tertinggal dan terpencil.

Sementara itu, tenaga teknis seperti ahli digital dan insinyur infrastruktur akan menjadi ujung tombak dalam mendukung proyek strategis nasional dan digitalisasi layanan pemerintahan.

Bagi masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang tersebut, ini adalah kesempatan emas. Pemerintah mengimbau calon pelamar untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini agar dapat bersaing secara maksimal dalam seleksi mendatang.

 

Belum Ada Jadwal Resmi, Fokus Tuntaskan CPNS 2024

Peserta berdoa sebelum mengikuti proses Tes Standar Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di BKN, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 800 peserta mengikuti tes yang dibagi dua sesi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada jadwal resmi untuk seleksi CPNS 2025. Pemerintah masih fokus menyelesaikan proses pengangkatan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi 2024, yang ditargetkan tuntas pada tahun ini.

“Untuk CPNS 1 Juni dan PPPK 1 Oktober, sesuai target dan arahan Presiden,” ujar Zudan. Ia menambahkan bahwa ratusan instansi telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, dan proses tersebut masih berlangsung.

Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memantau informasi resmi dari BKN dan Kementerian PANRB, mengingat proses seleksi CPNS bersifat dinamis dan dapat diumumkan sewaktu-waktu setelah tahapan 2024 selesai.

 

Menunggu Persetujuan Presiden

Pengumuman tahap pertama pendaftaran CPNS 2021 bisa dilihat pada portal SSCASN melalui akun masing-masing pelamar.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa pembukaan seleksi CPNS 2025 sangat bergantung pada persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Keputusan akhir berada di tangan Presiden setelah mempertimbangkan kebutuhan nasional serta restrukturisasi organisasi pemerintahan.

Rini juga mengungkapkan bahwa rencana pembentukan 14 kementerian baru dalam Kabinet Merah Putih kemungkinan besar akan mempengaruhi besarnya kebutuhan formasi CPNS.

“Dengan adanya kementerian baru, tentu kebutuhan ASN akan meningkat,” ujarnya.

Dengan demikian, publik diharapkan terus mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah terkait rekrutmen ASN, sembari mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi seleksi yang kompetitif dan transparan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya