Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/25 menjadi periode berat bagi Casemiro di Manchester United. Namun gelandang asal Brasil itu justru menyebut musim ini sebagai salah satu musim terbaik di sepanjang karier profesionalnya.
Pernyataan itu tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat perjalanan United musim ini tidaklah mulus. Setan Merah sekarang terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris.
Advertisement
Usaha mereka untuk berbenah dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru tak berhasil sesuai rencana. Namun Man United punya sedikit hiburan.
Man United berhasil lolos ke final Liga Europa 2024/2025. Mereka akan berduel melawan Tottenham di San Mames, Bilbao, Spanyol.
Nasib Casemiro Musim 2024/25
Musim 2024/25 berjalan sulit bagi Casemiro. Meski punya nama besar dan pengalaman segudang pengalaman, namun pemain asal Brasil ini kesulitan tampil secara regular di lini tengah Manchester United.
Musi ini Casemiro hanya bermain 23 kali saja di pentas Premier League dan 17 kali menjadi starter. Sementara di Liga Europa ia tampil 12 kali, dan hanya sembilan kali jadi starter.
Namanya pun kerap disebut bakal cabut dari Man United. Namun alih-alih menyerah, Casemiro memilih bekerja keras untuk membuktikan dirinya. Ia menampilkan etos kerja dan dedikasi yang patut dicontoh oleh para pemain muda.
Bangga Bisa Membalikkan Keadaan
Meski demikian, kepada ESPN, Casemiro mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian musim ini. Pencapaian yang ia maksud adalah pencapaian pribadi, bukan terkait Manchester United yang tengah terpuruk di liga.
"Ini adalah salah satu musim yang menurut saya paling membuat saya bangga, karena sudah lama sekali saya tidak mengalami momen seperti ini, saat pelatih tidak mengandalkan Anda, tetapi Anda terus bekerja keras, terus melakukan hal-hal dengan baik," katanya.
Bagi Casemiro, musim ini bukan soal gelar semata, tetapi tentang perjalanan emosional dan mental. Ia menilai keberhasilan bangkit dari masa sulit sebagai pencapaian yang tak ternilai.
"Anda tentu saja ingin memenangkan gelar, tetapi salah satu musim tersukses dalam karier saya, tanpa diragukan lagi, adalah musim ini. Untuk membalikkan keadaan, dengan kerja keras dan dedikasi," lanjutnya dengan penuh keyakinan.