Prosedur Rumit, Warga Palestina di Gaza Belum Terima Bantuan Kemanusiaan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 21 Mei 2025, 21:15 WIB
Warga Palestina di Gaza Belum Terima Bantuan Kemanusiaan
Warga Gaza terus menunggu dengan harapan segera mendapatkan pasokan kebutuhan pokok pada 21 Mei 2025. Namun, hingga dua hari setelah Israel mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza, berbagai pasokan kebutuhan pokok itu masih belum diterima warga Palestina di Gaza. Terhambatnya pasokan bantuan kemanusiaan di Gaza dikarenakan adanya prosedur keamanan yang diterapkan Israel untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menilai prosedur keamanan yang diterapkan Israel tersebut panjang, rumit, dan berbahaya sehingga menghambat penyaluran bantuan ke gudang serta titik distribusi di wilayah yang dilanda krisis. Sementara, menurut PBB, sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Gaza sangat membutuhkan bantuan dasar, seperti makanan dan obat-obatan. Sebelumnya, Otoritas Israel mengatakan mereka mengizinkan masuknya puluhan truk lagi yang membawa bantuan pada Selasa (20/5/2025) kemarin. Badan Pertahanan Israel yang mengawasi bantuan kemanusiaan mengatakan lima truk masuk pada hari Senin (19/5) dan 93 truk masuk pada hari Selasa (20/5/2025).
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan hangat di titik distribusi makanan di kamp Nuseirat, Jalur Gaza Tengah pada 21 Mei 2025. (Eyad BABA/AFP)
Warga Gaza terus menunggu dengan harapan segera mendapatkan pasokan kebutuhan pokok pada 21 Mei 2025 atau hari kedua setelah Israel mengatakan bahwa mereka mengizinkan masuknya puluhan truk bantuan kemanusiaan. (Eyad BABA/AFP)
Namun, dua hari setelah Israel mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza, berbagai pasokan kebutuhan pokok itu masih belum diterima warga Palestina di Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Terhambatnya pasokan bantuan kemanusiaan di Gaza dikarenakan adanya prosedur keamanan yang diterapkan Israel untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menilai prosedur keamanan yang diterapkan Israel tersebut panjang, rumit, dan berbahaya sehingga menghambat penyaluran bantuan ke gudang serta titik distribusi di wilayah yang dilanda krisis. (Eyad BABA/AFP)
Sementara, menurut PBB, sebagian besar dari 2,1 juta penduduk Gaza sangat membutuhkan bantuan dasar, seperti makanan dan obat-obatan. (Eyad BABA/AFP)
Sebelumnya, Otoritas Israel mengatakan mereka mengizinkan masuknya puluhan truk lagi yang membawa bantuan pada Selasa (20/5/2025) kemarin. (Eyad BABA/AFP)
Badan Pertahanan Israel yang mengawasi bantuan kemanusiaan mengatakan lima truk masuk pada hari Senin (19/5) dan 93 truk masuk pada hari Selasa (20/5/2025). (Eyad BABA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya