Episode Baru AC Milan: Saat Tare Datang, Sarri Tak Lagi Masuk Agenda

Penunjukan Igli Tare bukan sekadar soal jabatan, tapi akan memengaruhi siapa pelatih baru AC Milan pengganti Sergio Conceicao musim depan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 21 Mei 2025, 14:58 WIB
Pelatih Lazio Maurizio Sarri juga mendapatkan kartu kuning dari wasit pada menit ke-90 saat timnya melawan Napoli. (AP Photo/Andrew Medichini)

Liputan6.com, Jakarta AC Milan bersiap memasuki episode baru dengan menyambut Igli Tare sebagai direktur olahraga. Setelah pencarian yang cukup panjang, Tare dipilih sebagai sosok yang dipercaya membentuk proyek Rossoneri berikutnya.

Penunjukan ini bukan sekadar soal jabatan, tapi akan memengaruhi siapa pelatih baru Milan pengganti Sergio Conceicao musim depan. Sejak awal, pilihan pelatih bergantung pada siapa direktur olahraganya.

Sebelumnya, Milan sempat coba mendekati Tony D'Amico dari Atalanta. Namun, upaya itu gagal total pada detik-detik terakhir sebelum akhirnya mereka berpaling ke Tare.


Sarri Dilupakan karena Masa Lalu

Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, memuji penampilan Joao Felix pada laga debutnya bersama I Rossoneri. Felix sukses menyumbangkan satu gol saat AC Milan membungkam AS Roma dengan skor 3-1, pada perempat final Coppa Italia di San Siro, Kamis (6/2/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Nama Maurizio Sarri sempat menguat sebagai kandidat pelatih Milan musim depan. Gaya mainnya dianggap cocok dan punya pengalaman di level tertinggi. Akan tetapi, segalanya berubah dengan adanya Tare.

Tare dan Sarri bukan pasangan ideal. Ketegangan lama di Lazio jadi alasan utama kenapa reuni ini tak mungkin terjadi di San Siro.

Sarri praktis akan dicoret dari daftar begitu Tare resmi ditunjuk. Daripada memaksakan chemistry yang tak ada, Milan memilih jalan yang lebih mulus.


Vincenzo Italiano Jadi Pilihan Baru

Vincenzo Italiano ketika masih melatih Fiorentina. (Aris Messinis/AFP)

Pilihan utama Milan kini mengarah ke Vincenzo Italiano. Pelatih yang baru saja mengantar Bologna menjuarai Coppa Italia dengan mengalahkan Milan di final itu tengah naik daun. Dia juga kabarnya sedang mempertimbangkan kontrak baru dengan Bologna hingga 2026.

Bagi Tare, Italiano adalah sosok yang fleksibel secara taktik dan punya potensi berkembang. Meski masih muda (47 tahun), dia sudah membuktikan kapasitasnya di panggung domestik.

Negosiasi tak akan mudah karena Bologna ingin mempertahankan sang pelatih. Namun, dengan proyek ambisius Milan, kesempatan bisa segera berubah menjadi tawaran konkret.


Tare Siap Bawa Milan ke Arah Baru

Pemain depan AC Milan asal Portugal #10, Rafael Leao, bereaksi di akhir pertandingan final Piala Italia (Coppa Italia) antara AC Milan dan Bologna di stadion Olimpiade di Roma, Kamis dini hari WIB (15-5-2025). (Isabella BONOTTO/AFP)

Penunjukan Tare menandai arah baru dalam strategi Milan. Dia dikenal punya mata tajam dalam perekrutan pemain dan keberanian memilih pelatih yang sesuai visi jangka panjang.

Proyek Tare bisa sangat berbeda dibanding pendahulunya. Fokusnya bukan hanya pada hasil cepat, tapi membentuk tim yang tangguh secara struktur.

Dengan Italiano dalam radar, Milan bersiap membangun dari fondasi yang baru. Era Tare belum dimulai, tapi efeknya sudah terasa sejak nama Sarri dicoret dari daftar.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya