Prediksi Starting XI MU untuk Final Liga Europa: Zirkzee Siap Tempur?

Laga final selalu punya atmosfer sendiri dan pilihan starting XI bisa jadi pembeda.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 21 Mei 2025, 11:12 WIB
Pemain Manchester United, Joshua Zirkzee (kiri) bereaksi setelah gagal mencetak gol pada matchday 1 League Phase Liga Europa 2024/2025 melawan FC Twente di Stadion Old Trafford, Manchester, Rabu 25 September 2024 atau Kamis (26/9/2024) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United dan Tottenham akan saling jegal di partai puncak Liga Europa musim ini. Laga final ini akan digelar di Stadion San Mames pada Kamis, 22 Mei 2025 pukul 02.00 WIB.

MU mengusung ambisi besar untuk kembali merajai Eropa setelah terakhir kali melakukannya pada 2017. Sementara itu, Tottenham memburu gelar kontinental perdana sejak 1984. Tak hanya trofi yang diperebutkan, reputasi dan tiket Liga Champions juga jadi taruhannya.

Di atas kertas, keduanya membawa cerita berbeda sepanjang musim ini. Namun, laga final selalu punya atmosfer sendiri dan pilihan starting XI bisa jadi pembeda.


Yoro dan Dalot Comeback, Maguire Tetap Pilar

Pemain Manchester United, Harry Maguire berusaha merebut bola dari kaki pemain Lyon, Alexandre Lacazette dalam laga leg 2 perempat final Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) WIB. (AFP/Oli Scarff)

Kabar baik datang dari lini belakang. Leny Yoro dan Diogo Dalot kembali bugar. Yoro bisa mendampingi Harry Maguire yang tampil heroik di laga kontra Lyon. Dalot, dengan fleksibilitasnya, kemungkinan akan mengisi sisi kanan pertahanan.

Tanpa Lisandro Martinez, Maguire jadi sosok tak tergantikan dalam organisasi pertahanan. Bek senior ini juga punya memori manis dengan mencetak gol kemenangan dramatis saat lawan Lyon. Di sisi kiri, Luke Shaw berpotensi menjadi starter jika fit sepenuhnya.

Ruben Amorim akan tetap mengandalkan Andre Onana di bawah mistar. Sang kiper berpengalaman tampil di final Liga Europa 2017 bersama Ajax dan final Liga Champions 2023 bersama Inter Milan.


Dilema di Lini Depan: Mount atau Amad?

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, memberi isyarat di samping Mason Mount saat pertandingan semifinal leg kedua Liga Europa antara Manchester United dan Athletic Bilbao, Kamis, 8 Mei 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Dua nama yang bikin pusing Ruben Amorim adalah Mason Mount dan Amad Diallo. Keduanya tampil gemilang dalam laga leg kedua melawan Bilbao. Satu mencetak gol, satunya lagi memberi assist dengan sentuhan magis.

Amorim punya opsi, tapi juga pertimbangan. Apakah dia tetap mempercayai Alejandro Garnacho yang tampil eksplosif sepanjang musim, atau memberi panggung besar pada Amad? Jika Mount dimainkan sebagai gelandang ofensif, maka Bruno Fernandes bisa ditarik sedikit lebih dalam.

Di sektor depan, Rasmus Hojlund hampir pasti turun sejak awal. Akan tetapi, kehadiran mendadak Joshua Zirkzee membuka peluang kejutan. Penyerang MU itu sudah pulih dan masuk skuad final.


Prediksi Starting XI Manchester United

Bruno Fernandes dari Manchester United beradu argumen dengan wasit Daniel Siebert dalam pertandingan semifinal leg kedua Liga Europa antara Manchester United dan Athletic Bilbao, Kamis, 8 Mei 2025. (AP Photo/Dave Thompson)

Manchester United (3-4-2-1): Onana; Lindelof, Maguire, Yoro; Mazraoui, Ugarte, Casemiro, Dorgu; Diallo, Fernandes; Hojlund.

Pelatih: Ruben Amorim.

Info tim: Martínez (cedera), Dalot (meragukan), De Ligt (meragukan), Yoro (meragukan), Zirkzee (meragukan).


Dari Bilbao ke Bilbao: MU Tiba di Final dengan Nafas Panjang

Suporter Manchester United berfoto bersama trofi Liga Europa sebelum laga final di San Mames, Selasa (20/5/2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Perjalanan MU ke final tergolong dramatis, bahkan monumental. Mereka menyingkirkan Athletic Bilbao dengan kemenangan agregat 7-1 di semifinal. Babak sebelumnya lebih gila lagi: comeback melawan Lyon dengan skor agregat 7-6.

Di tengah badai cedera dan tekanan jadwal, MU justru menemukan konsistensi ofensif. Mereka mencetak 12 gol dalam tiga laga terakhir di Liga Europa. Total 35 gol telah mereka lesakkan sepanjang kompetisi, menjadikan mereka salah satu tim paling produktif dalam sejarah turnamen ini.

MU juga belum terkalahkan di Liga Europa musim ini. Namun, rekor tak pernah menang dalam enam pertemuan terakhir kontra Tottenham bisa menjadi bayang-bayang psikologis. Final bukan soal tren semata, tapi juga mentalitas dan eksekusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya