Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menghadirkan sorotan besar terhadap para striker yang tampil di Premier League dan kompetisi Eropa. Dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah Rasmus Hojlund dari Manchester United dan Dominic Solanke dari Tottenham.
Keduanya sering tampil di dua kompetisi besar, yaitu Premier League dan Liga Europa, dan menjadi bagian penting dari skuat masing-masing. Namun, kontribusi gol dan assist mereka cukup berbeda, sehingga menarik untuk dibandingkan secara langsung.
Advertisement
Rasmus Hojlund mengalami musim yang cukup berat bersama Manchester United di Premier League. Meski sering dipercaya sebagai starter, ketajamannya belum konsisten dalam urusan menjebol gawang lawan.
Sementara itu, Dominic Solanke tampil lebih bagus bersama Tottenham di Liga Inggris. Pemain berusia 27 tahun ini menunjukkan ketajaman yang lebih signifikan dalam penyelesaian akhir.
Ketajaman di Premier League: Siapa Lebih Efisien?
Rasmus Hojlund mencatatkan 31 penampilan di Premier League musim ini, tetapi hanya mampu menyumbangkan empat gol dan satu assist. Statistik ini menandakan bahwa kontribusinya di liga domestik belum maksimal meski sering bermain.
Di sisi lain, Dominic Solanke hanya bermain dalam 26 pertandingan liga, namun berhasil mencetak delapan gol dan tiga assist. Catatan ini menunjukkan bahwa Solanke lebih efisien dalam memanfaatkan peluang yang dimilikinya.
Ketika melihat jumlah menit bermain dan kontribusi terhadap tim, jelas terlihat bahwa Solanke tampil lebih klinis. Tottenham mendapatkan keuntungan besar dari efisiensi pemain asal Inggris ini.
Performa di Liga Europa: Hojlund Bersinar, Solanke Stabil
Rasmus Hojlund tampil jauh lebih baik saat berlaga di Liga Europa bersama Manchester United. Dalam 14 pertandingan, striker asal Denmark itu mencetak enam gol dan memberikan tiga assist untuk timnya.
Solanke juga tampil konsisten di kompetisi yang sama, dengan catatan lima gol dan empat assist dari 12 pertandingan. Meski jumlah golnya sedikit lebih rendah dari Hojlund, kontribusi assist-nya justru lebih tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa Hojlund lebih agresif sebagai finisher, sementara Solanke juga aktif dalam membangun serangan. Performa keduanya sama-sama memberikan nilai tambah untuk klub masing-masing di kompetisi Eropa.
Kontribusi untuk Tim: Bukan Sekadar Gol
Meskipun catatan gol Rasmus Hojlund tidak mencolok di Premier League, perannya tetap penting dalam struktur serangan Manchester United. Ia kerap menjadi pemantul bola atau pengalih perhatian bagi bek lawan.