Liputan6.com, Jakarta Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia dengan wafatnya suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenal sosok Ibrahim melalui kedekatannya dengan Najwa Shihab, figur publik ternama. Ibrahim tutup usia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman keluarga yang berlokasi di Jalan Jeruk Purut No. 8-9, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Pada malam hari setelah wafatnya, keluarga menggelar tahlilan yang menjadi tradisi penghormatan terakhir bagi almarhum. Rangkaian doa dan ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak yang turut berduka atas kepergian sosok yang dikenal hangat ini.
Advertisement
Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi, 21 Mei 2025, pukul 10.00 WIB di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.Keluarga yang ditinggalkan, terutama Najwa Shihab dan anak mereka, Izzat Ibrahim Assegaf, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa dari masyarakat. Dalam duka yang mendalam ini, mereka juga berharap agar kenangan baik tentang almarhum dapat menjadi pengingat tentang pentingnya cinta, kebersamaan, dan kebaikan dalam keluarga. Sosok Ibrahim dikenang sebagai suami dan ayah yang penuh kasih dan penyayang.
Potret-potret kebersamaan keluarga ini pun kini menjadi warisan emosional yang tak ternilai. Foto-foto hangat yang merekam kebahagiaan keluarga, dari momen pribadi hingga perayaan sederhana, menjadi bagian penting dari memori kolektif keluarga dan sahabat. Kenangan-kenangan ini, walau sederhana, justru menjadi pengingat kuat akan makna cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui 7 potret pilihan, mari kita lihat kembali perjalanan kehangatan keluarga kecil ini yang kini abadi dalam ingatan publik.
1. 27 Tahun Bersama, Saling Menemani dalam Kesederhanaan
Dalam salah satu potret, tampak Najwa dan Ibrahim berdiri berdampingan dengan latar belakang taman sederhana. Keduanya mengenakan busana kasual namun tetap rapi. Najwa dengan blouse putih longgar, dan Ibrahim dengan kemeja biru yang dilipat rapi di lengan. Foto ini menyiratkan hubungan yang sederhana namun kuat.