Duel Antarlini Tottenham vs Man United: Siapa Lebih Siap di Final Liga Europa?

Final Liga Europa musim ini mempertemukan dua tim yang tidak diunggulkan sejak awal. Tottenham dan Manchester United, dua tim dari papan tengah Premier League, akan bentrok demi satu-satunya harapan trofi musim ini.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 20 Mei 2025, 13:40 WIB
Selebrasi pemain Manchester United saat menang super dramatis atas Lyon di Liga Europa (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Final Liga Europa musim ini mempertemukan dua tim yang tidak diunggulkan sejak awal. Tottenham dan Manchester United, dua tim dari papan tengah Premier League, akan bentrok demi satu-satunya harapan trofi musim ini. Meski bukan favorit, keduanya tetap menyimpan potensi kejutan di Bilbao.

Tottenham lebih dominan dalam tiga pertemuan terakhir, mencatatkan tiga kemenangan atas Setan Merah dengan skor agregat 8-3. Namun, laga final selalu punya nuansa berbeda, terlebih dengan banyaknya pemain absen di kedua kubu. Pertarungan ini pun bukan sekadar adu taktik, tapi juga adu keberanian dalam mengatasi krisis skuad.

Absennya sejumlah pemain kunci menambah lapisan teka-teki dalam laga ini. Ruben Amorim dan Ange Postecoglou harus memutar otak untuk meracik tim dari stok yang tersisa. Laga ini pun menjadi ujian sejati bagi keduanya—baik dari segi kedalaman skuad maupun kecerdasan strategi.


Duel Penjaga Gawang: Keunggulan Tipis Vicario

Aksi Guglielmo Vicario dalam laga Premier League antara Everton vs Tottenham, Sabtu (3/2/2024). (c) AP Photo/Jon Super

Performa Andre Onana dan Guglielmo Vicario musim ini memang tidak istimewa. Namun secara statistik, Vicario sedikit lebih unggul dibanding kiper MU tersebut. Vicario mencatatkan rata-rata expected goals against sebesar 1,3 per laga, lebih baik dari Onana yang mencatatkan 1,4.

Tingkat penyelamatan Vicario juga sedikit lebih tinggi, yakni 68,3% berbanding 67% milik Onana. Meski selisihnya tipis, performa Onana yang kerap melakukan blunder menambah keraguan. Bahkan, Amorim sempat mencadangkannya di semifinal melawan Lyon.

Dengan catatan tersebut, Tottenham memiliki keunggulan tipis di sektor penjaga gawang. Namun, laga final tetap bergantung pada bagaimana masing-masing kiper merespons tekanan tinggi.


Duel Lini Belakang: Spurs Lebih Solid

Bek Tottenham Hotspur Cristian Romero mencoba mengonrol bola disebelah penyerang Sporting CP Francisco Trincao pada matchday kelima Grup D Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis (27/10/2022) dini hari WIB. Matchday terakhir pekan depan akan menjadi penentu siapa yang lolos dari Grup D. (AP Photo/Ian Walton)

Tottenham mendapat kabar baik karena bek utama mereka, Cristian Romero dan Micky van de Ven, sudah fit. Statistik membuktikan dampak kehadiran keduanya sangat signifikan dalam menstabilkan pertahanan Spurs. Tanpa mereka, angka kebobolan Tottenham meningkat drastis.

Romero dan Van de Ven hanya bermain bersama dalam 18 laga, tapi Spurs mencatatkan angka kebobolan rata-rata yang jauh lebih rendah saat mereka tampil. Ditambah Pedro Porro dan Destiny Udogie, lini belakang Spurs terlihat komplet dan siap tempur. Ini menjadi modal penting bagi Postecoglou.

Lanjut Baca:

Sebaliknya, United dipusingkan dengan kondisi Matthijs de Ligt dan Leny Yoro yang belum pasti tampil. Jika absen, Amorim hanya bisa mengandalkan Harry Maguire dan Victor Lindelof yang sering tampil inkonsisten. Situasi ini menjadikan lini belakang sebagai titik lemah utama MU.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya