Juara Liga Turki, Galatasaray Ejek Jose Mourinho dengan Julukan The Crying One hingga Dikasih Peti Mati!

Perayaan gelar juara Liga Super Turki oleh Galatasaray berlangsung meriah sekaligus penuh satire. Klub asal Istanbul itu resmi mengunci gelar liga ke-25 mereka usai kemenangan telak 3-0 atas Kayserispor pada Minggu (18/5/2025).

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 20 Mei 2025, 10:02 WIB
,Pelatih Fenerbahce Jose Mourinho, memberi isyarat sebelum pertandingan perempat final Piala Turki antara Fenerbahce dan Galatasaray di Stadion Ulker, Istanbul, Rabu, 2 April 2025. (Foto Huseyin Yavuz/Dia via AP)

Liputan6.com, Jakarta Perayaan gelar juara Liga Super Turki oleh Galatasaray berlangsung meriah sekaligus penuh satire. Klub asal Istanbul itu resmi mengunci gelar liga ke-25 mereka usai kemenangan telak 3-0 atas Kayserispor pada Minggu (18/5/2025).

Namun, yang menarik perhatian bukan hanya euforia juara, melainkan juga aksi nyinyir fans Galatasaray terhadap rival abadi mereka, Fenerbahce, dan sosok Jose Mourinho.

Kemenangan ini membuat Galatasaray unggul delapan poin dari Fenerbahce, dengan hanya dua pertandingan tersisa. Ini sekaligus menegaskan dominasi mereka dan memperpanjang paceklik juara Fenerbahce, yang kini harus puas menjadi runner-up untuk musim keempat secara beruntun.


Ejekan untuk Jose Mourinho

Pelatih Fenerbahce asal Portugal, Jose Mourinho, berdiri di lapangan sebelum pertandingan sepak bola Liga Super Turki antara Fenerbahce dan Galatasaray di Stadion Fenerbahce Sukru Saracoglu di Istanbul pada 21 September 2024. (Ozan KOSE/AFP)

Tak ayal, atmosfer kemenangan berubah menjadi ajang sindiran kreatif. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah ejekan yang ditujukan kepada Jose Mourinho, pelatih Fenerbahce yang selama ini dikenal dengan julukan "The Special One". Namun di mata fans Galatasaray, ia kini mendapat label baru: "The Crying One."

Di jalanan Istanbul, sekelompok suporter Galatasaray membuat replika peti mati berwarna biru dan kuning – warna khas Fenerbahce – lengkap dengan gambar Mourinho yang tengah menangis. Poster-poster dengan narasi pedas dan ilustrasi sarkastik pun turut meramaikan perayaan.

Tidak hanya di luar stadion, aksi sindiran juga merambah ke dalam stadion. Spanduk besar bergambar Mourinho terpampang dengan tulisan tajam: "The Most Expensive Influencer In The World" — menyentil reputasi dan gaji tinggi sang pelatih, yang dianggap tidak sebanding dengan hasil di lapangan.


Akun Media Sosial Galatasaray Ikut Turun Tangan

Fernando Muslera, kiper asal Uruguay berusia 37 tahun yang kini tengah menjalani musim ke-13 bersama Galatasaray masih menjadi andalan klubnya di Liga Turki sejak didatangkan dari Lazio pada awal musim 2011/2012. Hingga kini ia telah tampil dalam 483 laga bersama Galatsaray di semua ajang dengan torehan 172 kali clean sheet dan kebobolan 516 gol. Pada musim 2023/2024 sendiri ia telah mencatatkan 11 kali clean sheet dari total 27 laga di semua ajang kompetisi. (AFP/Yasin Akgul)

Akun resmi media sosial Galatasaray tak ketinggalan menambah bumbu. Salah satu unggahan menunjukkan laptop di pinggir lapangan dengan tampilan bertuliskan "The Real One" disertai lima bintang emas di atas latar merah – simbol eksklusivitas Galatasaray sebagai satu-satunya klub Turki dengan 25 gelar liga.

Sindiran ini merupakan kelanjutan dari insiden pada September lalu, ketika Mourinho sempat menunjukkan rekaman VAR menggunakan laptop kepada kamera televisi di pinggir lapangan – sebuah aksi yang sempat viral.

Dalam unggahan lain, mereka bahkan menyisipkan elemen budaya pop: video parodi Back To The Future yang menampilkan Marty McFly dan Doc sebagai fans Galatasaray yang ‘menjelajahi waktu’ untuk menyaksikan kekalahan Fenerbahce.

Lanjut Baca:

Tak hanya itu, sebuah mock-up buku berjudul "The Crying One" – lengkap dengan rak buku yang tampak tertawa – juga menjadi bagian dari konten kreatif yang menghiasi dunia maya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya