Secara Terbatas, Israel Izinkan Bantuan Pangan Masuk ke Gaza

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 20 Mei 2025, 09:35 WIB
Israel Izinkan Masuknya Bantuan Pangan ke Gaza
Israel mengumumkan akan mengizinkan pasokan makanan dalam jumlah yang sangat terbatas ke Jalur Gaza. Hal tersebut disampaikan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin 19 Mei 2025. Israel beralasan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah kelaparan di wilayah Gaza. Israel juga beralasan bahwa kelaparan dapat menggangu kelanjutan Operasi Gideon's Chariot atau Operasi Kereta Perang Gideon yang mengacu pada fase baru serangan darat di Gaza utara dan selatan. Sebelumnya, Integrated Food Security Phase Classification (IPC)—skala peringatan ketahanan pangan— pada Senin (12/5/2025) mengeluarkan rilis analisis yang mengungkap satu dari lima warga Gaza atau sekitar 500.000 orang, berada di ambang kelaparan. Sementara itu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Wilayah Pendudukan Palestina Rik Peeperkorn memperingatkan bahwa warga Gaza saat ini terperangkap dalam siklus mematikan. Kurangnya keragaman makanan, kekurangan gizi, dan penyakit saling memperparah satu sama lain. Bank Dunia juga melaporkan bahwa hampir 2,4 juta orang di daerah kantong itu hidup sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Para pengungsi Palestina berkumpul untuk mengambil makanan yang sudah dimasak dalam sebuah pembagian makanan di Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 19 Mei 2025. (Bashar TALEB/AFP)
Israel mengumumkan akan mengizinkan pasokan makanan dalam jumlah yang sangat terbatas ke Jalur Gaza. Hal tersebut disampaikan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin 19 Mei 2025. (Bashar TALEB/AFP)
Israel beralasan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah kelaparan di wilayah Gaza. (Bashar TALEB/AFP)
Israel juga beralasan bahwa kelaparan dapat menggangu kelanjutan Operasi Gideon's Chariot atau Operasi Kereta Perang Gideon yang mengacu pada fase baru serangan darat di Gaza utara dan selatan. (Bashar TALEB/AFP)
Sebelumnya, Integrated Food Security Phase Classification (IPC)—skala peringatan ketahanan pangan— pada Senin (12/5/2025) mengeluarkan rilis analisis yang mengungkap satu dari lima warga Gaza atau sekitar 500.000 orang, berada di ambang kelaparan. (Bashar TALEB/AFP)
Sementara itu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Wilayah Pendudukan Palestina Rik Peeperkorn memperingatkan bahwa warga Gaza saat ini terperangkap dalam siklus mematikan. Kurangnya keragaman makanan, kekurangan gizi, dan penyakit saling memperparah satu sama lain. (Bashar TALEB/AFP)
Rik Peeperkorn juga mengungkap bahwa embargo bantuan oleh Israel telah menyebabkan WHO hanya memiliki persediaan yang cukup untuk merawat sekitar 500 anak dengan kondisi kekurangan gizi akut. (Bashar TALEB/AFP)
Bank Dunia melaporkan bahwa hampir 2,4 juta orang di daerah kantong itu hidup sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan. (Bashar TALEB/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya