Yoel Juara Arthayasa Open 2025 Kelas CDI, Modal ke SEA Games Thailand

Yoel menjadi yang terbaik di Arthayasa Open 2025. Ini menjadi bekal untuk menghadapi SEA Games 2025 di Thailand.

oleh ThomasDiperbarui 31 Mei 2025, 17:14 WIB
Yoel Juara Arthayasa Open 2015 Kelas CDI, Modal ke SEA Games 2025

Liputan6.com, Jakarta- Yoel Ireno Momongan sukses menjadi juara Arthayasa Open 2025 di kelas CDI Intermedate I FEI CDI Pordasi di Depok, pada Minggu (18/5/2025). Atlet berkuda dari Equinara Horse Sport itu menjadikan kesuksesan ini sebagai tolak ukur menghadapi SEA Games 2025 di Thailand.

Pada Arthayasa Open 2025, Yoel menunggangi kuda Jako BCN. Dia berhasil mendapatkan nilai rata-rata 62,353 persen dari tiga juri. Perolehan Yoel menjadi yang tertinggi mengalahkan dua atlet lainnya yakni Valentino Lumentah dan M. Fajar Apriyansah. Valentino yang menempati peringkat kedua dengan nilai rata-rata 62,304. Sedangkan Fajar berada di posisi tiga karena mendapat 54,951 persen.

Yoel tak menyangka bisa menjadi juara karena kudanya sebenarnya masih kurang fit. “Sebenarnya masih banyak kurangnya tapi untuk hari ini, karena sebelumnya kudanya kurang fit, maka hari ini sudah maksimal lah,” kata Yoel.

Di sisi lain, Yoel menilai, hasil tersebut sudah cukup baik karena ini kali pertama ada pertandingan internasional CDI ada di Indonesia. Secara penilaian juri juga tak mudah dan terbilang ketat.

Adapun tiga juri yang bertugas pada pertandingan hari ini yaitu FEI Level 3 Kerrie Swan Bates (Australia), FEI Level 1 Snezana Marjanovic (Singapura), dan FEI Level 3 Vittorio Barba (Filipina).


Bidik SEA Games 2025

Dibandingkan dengan disiplin show jumping dan eventing, dressage terbilang memiliki penilaian yang subjektif. Juri akan menilai ketepatan gerakan, keharmonisan antara kuda dan atlet, dan keindahan ketika tampil.

“Kalau kita ada kesalahan atau kekurangan pasti nilainya bakal ngederop banget. Jadi harus bagus terus di-maintenance, sehingga tak boleh ada gerakan yang salah sedikit pun,” ungkap Yoel.

Kesuksesan di Arthayasa Open 2025 ini menjadi bekal berharga Yoel untuk menuju SEA Games 2025 di Thailand. Kebetulan, kejuaraan ini juga merupakan salah satu seleksi menuju multievent terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung akhir tahun ini.

“Mungkin ini sebagai patokan buat kualifikasi karemna tahun ini ada SEA Games Thailand. Ini jadi tolok ukur siapa yang bakal diseleksi. Cuma ini internasional jadi senang saja menang karena untuk pertama kalinya ada di Indonesia,” kata atlet yang akrab disapa El ini.

Lanjut Baca:

Dressage Indonesia terakhir kali meraih medali emas di SEA Games Singapura tahun 2015. Saat itu, Larasati Gading meraih medali emas dan Alfaro Menayang merebut medali perunggu di nomor individual dressage. Setelah itu, dressage Indonesia belum ada muncul sosok juara lagi. Terlebih pada tiga edisi terakhir yaitu SEA Games 2019, 2021, 2023, cabor equestrian tidak dipertandingkan. “Agak lama memang harapannya jika SEA Games nanti saya masuk mudah-mudahan harapannya gold. Enggak mau asal ikut, karena buat apa bela negara cuma asal ikut saja,” kata Yoel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya