Liputan6.com, Jakarta - Rakasa teknologi asal China, Ant Group melaporkan penurunan laba kuartalan sebesar 31%. Penurunan ini menyusul peningkatan investasi dalam AI dan inisiatif pertumbuhan lainnya.
Mengutip Tech in Asia, Sabtu (17/5/2025) Ant Group menyumbang laba sebesar 1,76 miliar yuan (Rp 4 triliun) kepada Alibaba Group Holding, yang memiliki sepertiga sahamnya.
Advertisement
Hal ini berarti laba Ant yang diperkirakan mencapai 5,3 miliar yuan (Rp 12,1 triliun) pada kuartal terakhir 2024, menurut laporan laba Alibaba.
Sementara itu, Alibaba mencatat pendapatan sebesar 236,5 miliar yuan (Rp 541 triliun), dibandingkan dengan ekspektasi 237,2 miliar yuan (Rp 542,6 triliun).
Dikutip dari CNBC International, laba bersih perusahaan mencapai 12,4 miliar yuan (Rp28,3 triliun) dibandingkan dengan ekspektasi 24,7 miliar yuan (Rp56,5 triliun).
Meskipun gagal memenuhi ekspektasi analis, pendapatan Alibaba masih mencatat pertumbuhan hingga 7% secara tahunan.
Pendapatan bersih Alibaba juga masih 279% lebih tinggi dari tahun ke tahun, dari basis yang rendah.
Dilaporkan, Alibaba beberapa kerugian akibat dari penjualan beberapa anak perusahaannya yang lemah, tetapi diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari operasi serta penilaian investasi ekuitasnya.
Namun, analis berharap investasi perusahaan dalam kecerdasan buatan dan bisnis e-commerce inti Alibaba akan membantunya mencapai atau melampaui ekspektasi tinggi.
Anak Usaha E-Commerce Alibaba Untung 101,4 Miliar Yuan
Sementara itu, divisi inti grup Taobao dan Tmall Alibaba mengalami kenaikan pendapatan sebesar 9% menjadi 101,4 miliar yuan.
Tingkat pertumbuhan itu lebih cepat dari level yang terlihat pada kuartal sebelumnya.
Pendapatan manajemen pelanggan, yang diperoleh Alibaba dari penjualan pemasaran dan layanan lainnya kepada pedagang di platformnya, juga melonjak 12% dari tahun ke tahun. Ini adalah pendorong pendapatan yang besar bagi perusahaan.
Kinerja Lainnya
Adapun pendapatan cloud Alibaba yang mencapai 30,1 miliar yuan pada kuartal pertama 2025, meningkat secara tahunan sebesar 18%.
Ini merupakan laju yang lebih cepat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya.
Investor kini berfokus pada upaya Alibaba dalam kecerdasan buatan, di mana platform tersebut telah menjadi pemain terkemuka di dalam negeri dan global.