Yan Mandenas Pastikan Tidak Ada Kegaduhan di Manajemen PSBS Biak

Yan Mandenas buka suara soal polemik yang sedang terjadi di PSBS menyusul keputusan Presiden Direktur klub mundur akhir musim nanti.

oleh ThomasDiperbarui 17 Mei 2025, 19:36 WIB
Para pemain PSBS Biak merayakan gol yang dicetak oleh Alexandro Santos ke gawang Persita Tangerang pada laga BRI Liga 1 di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (3/5/2025) petang WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta Yan Mandenas akhirnya buka suara terkait dinamika yang sedang terjadi di internal klub PSBS Biak jelang berakhirnya BRI Liga 1 2024/2025. Pria yang menjabat Presiden Klub PSBS Biak itu menegaskan tidak ada kegaduhan yang terjadi di internal timnya seperti yang diberitakan sebelumnya.

Sebaliknya, Mandenas menyebutkan bahwa yang terjadi adalah dinamika internal yang sering terjadi di dunia sepak bola. Menurut Mandenas, dinamika semacam ini merupakan bagian dari proses membangun support sistem klub sepak bola profesional pada PSBS Biak yang baru saja promosi ke BRI Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Mandenas juga membantah soal adanya dua manajemen di tubuh PSBS Biak.

Sebaliknya, Mandenas menegaskan bahwa hanya ada satu manajemen di PSBS Biak yaitu yang dipimpin oleh Evelin Sanita Injaya selaku Presiden Direktur PSBS Biak, kecuali ada hal-hal yang beliau konsultasikan kepada para pemegang saham dalam mengeksekusi kebijakan atau keputusan rapat biasa pemegang saham klub PSBS Biak.

Adapun Mandenas menyampaikan beberapa poin, diantaranya perihal pengunduran diri Eveline Sanita Injaya selaku Presiden Direktur PSBS Biak, RUPST dan RUPSLB PT Sepak Bola Biak Jaya, hingga persiapan tim Badai Pasifik pada musim depan.

Secara khusus Yan Mandenas juga memberikan apresiasi terhadap sikap legowo Eveline Sanita Injaya selaku Presiden Direktur PSBS Biak yang telah menyatakan pengunduran dirinya untuk musim depan. Hal ini penting mengingat ada beberapa catatan di musim ini yang kurang memberikan dampak kinerja yang baik terhadap manajemen PSBS Biak.


Kondisi Finansial PSBS

Bek senior Fabiano Rosa Beltrame jadi palang pintu kukuh pertahanan PSBS yang sulit ditembus Malut United. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Salah satunya tandas Mandenas dibidang finansial yang kurang efektif dan efisien, penataan organisasi dan personel yang kurang maksimal, komunikasi dan koordinasi yang belum menciptakan sistem kerja yang terstruktur dan kondusif didalam manajemen klub yang baru promosi ke Liga 1 musim ini.

“Selaku Komisaris Utama PT Sepak Bola Biak Jaya, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Eveline Sanita Injaya atas peran dan kontribusinya bagi Klub PSBS Biak selama kompetisi Liga 1 musim ini," tandas Mandenas pada Sabtu (17/5/2025).

Lanjut Baca:

Mandenas berharap, siapapun yang ditunjuk memimpin manajemen PSBS Biak kedepannya, harus lebih berpengalaman, profesional dan mampu membangun sebuah sistem manajemen yang baik di Klub PSBS Biak sebagai bentuk support sistem, terutama bagi pemain, pelatih dan ofisial. Tujuannya, agar PSBS Biak mampu meraih prestasi pada musim depan, minimal masuk 5 besar klasemen atau juara Liga 1 Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya