Raih 1 Emas dan 2 Perak di Taiwan Open 2025, Tim Woodball Indonesia Makin Pede Tatap SEA Games Thailand

Tim Woodball Indonesia kian percaya diri menatap SEA Games 2025 setelah menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang 1 emas dan 2 perak dalam ajang Taiwan Open 2025.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 17 Mei 2025, 13:30 WIB
Tim Woodball Indonesia sukses meraih 1 medali emas dan 2 perak dalam ajang Taiwain Open 2025. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Prestasi membanggakan berhasil diraih Tim Woodball Indonesia saat ikut serta dalam ajang bergengsi Taiwan Open 2025.

Skuad Merah Putih membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak yang sekaligus menegaskan eksistensi Indonesia di panggung olahraga woodball Asia.

Adapun raihan emas dipersembahkan oleh team stroke putri yang diperkuat dari Dwi Tiga Putri, Siti Masithah, Celsy Silviana, dan Febriyanti.

Sementara itu, perak secara berturut-turut menjadi milik team stroke putra yang dihuni Marga Nugraha, Ahris Sumariyanto, M. Indaka Pia R, Ahmad Yopi S, serta Siti Masithah dari nomor single stroke putri.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Woodball Indonesia (PB IWbA) Aang Sunadji mengapresiasi kinerja para atlet di ajang Taiwan Open, meski hasil yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai target.

Dia menilai prestasi kali ini sudah merupakan modal penting jelang menatap SEA Games 2025 yang digelar di Thailand akhir tahun nanti.

“Kami memang berharap bisa membawa pulang dua medali emas, tetapi satu emas dan dua perak dari Taiwan Open adalah pencapaian yang patut dibanggakan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

“Ini menjadi refleksi kekuatan kita di tingkat regional dan juga jadi bahan evaluasi untuk melangkah lebih baik menuju SEA Games,” tambah dia.


Tantangan di Taiwan Open 2025

Tim Woodball Indonesia membawa pulang satu emas dari tim stroke putri, serta dua perak yang masing-masing diraih oleh tim stroke putra serta single stroke putri atas nama Siti Masithah. (Istimewa)

Lebih lanjut, Aang juga membeberkan sejumlah faktor yang menjadi tantangan bagi Tim Woodball Indonesia kala berupaya meraih prestasi di ajang Taiwan Open 2025.

Menurutnya, kondisi lapangan dan cuaca di Taiwan cukup menantang, ditambah lagi adanya perubahan aturan pertandingan dari 12 fairway menjadi 6 per sesi, dan potensi perubahan menjadi 72 fairway di masa mendatang.

“Perubahan ini menjadi tantangan tersendiri. Kami akan segera berkoordinasi dengan technical delegate dan federasi internasional (IWBF) agar regulasi ke depan bisa dipastikan lebih awal. Ini penting untuk menentukan pola latihan terbaik bagi para atlet,” lanjutnya.


Negara ASEAN Terbaik

Hasil di Taiwan Open 2025 menjadi modal penting bagi Tim Woodball Indonesia jelang menatap ajang SEA Games 2025 di Thailand akhir tahun ini. (Istimewa)

Dengan hasil yang diperoleh, Indonesia menjadi negara ASEAN terbaik dalam ajang Taiwan Open 2025. Satu-satunya kekalahan skuad Merah Putih hanya datang dari tim tuan rumah Taiwan, yang merupakan negara asal Woodball dan tidak akan berpartisipasi di SEA Games.

“Secara hitung-hitungan di atas kertas, kami sangat optimistis. Jika konsistensi ini terjaga, Indonesia punya peluang besar untuk menjadi juara umum woodball SEA Games 2025,” tegas Aang.

Ke depan, Tim Woodball Indonesia akan terus menempa diri melalui berbagai turnamen internasional seperti Malaysia Open, Singapore Open, Thailand Open, Indonesia Open, Asian Cup, hingga Korean Open.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya