Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia mengirim "delegasi boneka" ke perundingan damai di Turki. Ia mengatakan bahwa komposisi tingkat rendah para delegasi yang dikirim menimbulkan keraguan atas keseriusan Moskow dalam mengakhiri perang tiga tahun di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim tim pembantu dan wakil menteri tingkat kedua untuk menghadiri perundingan dengan Ukraina di Istanbul pada hari Kamis (15/5/2025).
Advertisement
Moskow dianggap telah mengabaikan tantangan Kyiv untuk bertemu langsung dengan Zelenskyy, dikutip dari tvpworld, Jumat (16/5).
Perundingan tersebut terjadi setelah Putin pada hari Minggu mengusulkan perundingan langsung dengan Kyiv "tanpa prasyarat apa pun."
Kyiv dan sekutu-sekutunya di Eropa telah mendorong gencatan senjata selama 30 hari menjelang perundingan, tetapi Moskow menolak usulan tersebut.
Pada Rabu (14/5) malam, Kremlin mengumumkan bahwa delegasi Rusia akan mencakup penasihat presiden Vladimir Medinsky dan Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin -- tetapi Putin tidak ada dalam daftar tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pembantu kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov, yang sebelumnya memimpin perundingan dengan AS, juga tidak termasuk dalam tim tersebut.
Zelenskyy, yang tiba di ibu kota Turki, Ankara, pada hari Kamis, menggambarkan barisan Rusia sebagai "dekoratif."
"Dari apa yang telah kita lihat, mereka tampak seperti boneka," kata pemimpin Ukraina itu seperti dikutip oleh surat kabar Inggris The Telegraph.
Ia menambahkan bahwa Ukraina akan memutuskan langkah selanjutnya setelah ia bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
"Kita perlu memahami seperti apa tingkat delegasi Rusia itu, dan mandat apa yang mereka miliki, dan apakah mereka dapat membuat keputusan apa pun," katanya.