Waspadai MERS-CoV saat Ibadah Haji, Ini Imbauan Dokter untuk Jemaah

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sembilan kasus infeksi MERS-CoV baru-baru ini, delapan di antaranya ditemukan di Riyadh dan satu kasus di Hail.

oleh Dyah Puspita WisnuwardaniDiperbarui 16 Mei 2025, 06:03 WIB
Bandara Internasional Pangeran Mohammed Bin Abdulaziz di Madinah telah menyaksikan jumlah jamaah terbesar yang tiba sejauh ini. "Hal ini membuktikan keinginan jamaah untuk memulai perjalanan mereka di Madinah," ujar Al-Bijawi. (Abdel Ghani BASHIR/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Meski jumlah kasusnya relatif sedikit dan telah dikendalikan, MERS-CoV kembali muncul di Arab Saudi dan menjadi perhatian serius, terutama bagi para jemaah haji. Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sembilan kasus infeksi MERS-CoV baru-baru ini, delapan di antaranya ditemukan di Riyadh dan satu kasus di Hail. Dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi tersebut.

Yang lebih mengkhawatirkan, tujuh kasus MERS-CoV di Riyadh terjadi di fasilitas kesehatan, di mana enam petugas kesehatan terinfeksi secara nosokomial atau tertular saat merawat pasien yang sudah terinfeksi.

“Meskipun kasus MERS-CoV ini tidak banyak dan terkendali di Arab Saudi, namun para jemaah dan petugas haji harus selalu waspada,” tegas dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (15/5).

Apa Itu MERS-CoV?

Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Timur Tengah dan dikenal memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, terutama pada pasien dengan komorbid atau kondisi imun lemah.

Virus ini dapat menular melalui droplet pernapasan saat seseorang batuk atau bersin, serta melalui kontak dekat dengan hewan pembawa virus, terutama unta.

“Gejala umumnya meliputi demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Namun, pada sebagian kasus, bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia berat atau gagal napas,” jelas Imran.

 

Imbauan Kesehatan untuk Jemaah Haji

Untuk mencegah penularan MERS-CoV, jemaah haji diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan dan kebersihan diri, terutama saat beraktivitas di tempat ramai.

“Hindari kontak langsung dengan unta, termasuk berfoto dengan unta atau minum susu unta, terutama yang tidak terjamin kebersihannya. Jangan konsumsi produk olahan unta yang tidak dimasak dengan baik. Kami juga imbau jemaah untuk selalu memakai masker di keramaian, mencuci tangan secara rutin, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tambah Imran.

 

Indonesia Siagakan Tim Medis KKHI

 

Tim medis di KKHI Makkah dan Madinah, lanjutnya, telah disiagakan untuk memberikan penanganan cepat jika ada jemaah yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.

“Segera lapor ke petugas kesehatan haji jika mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, atau kesulitan bernapas. Semakin cepat ditangani, semakin baik,” pungkasnya.

 

Tetap Khusyuk, Tetap Waspada

 

Ibadah haji adalah momentum spiritual yang sangat dinanti, namun menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah tetap menjadi prioritas utama. Waspada terhadap penyakit seperti MERS-CoV bukan berarti panik, tetapi bagian dari ikhtiar agar ibadah berjalan lancar dan selamat hingga kembali ke Tanah Air.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya