Buntut Video Viral, Polda Banten Periksa Ketua Kadin Cilegon

Polda Banten memeriksa Ketua Kadin Cilegon, Muhammad Salim, pada Kamis, 15 Mei 2025, terkait viralnya video meminta proyek Rp5 triliun tanpa lelang. Dirinya enggan berkomentar banyak mengenai pemeriksaan tersebut.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 16 Mei 2025, 06:20 WIB
Pelepasan Personel Gabungan Amankan Pilkada Serentak 2024 di Polda Banten. (Senin, 25/11/2024). (Polda Banten).

Liputan6.com, Serang - Polda Banten memeriksa Ketua Kadin Cilegon, Muhammad Salim, pada Kamis, 15 Mei 2025, terkait viralnya video yang meminta proyek Rp5 triliun tanpa lelang. Dirinya enggan berkomentar banyak mengenai pemeriksaan tersebut. "Belum selesai. Nanti aja belum ada komentar," ujar Ketua Kadin Cilegon, Muhammad Salim, Kamis, (15/5/2025).

Dalam video yang ramai di media sosial (medsos), nampak seorang pria mengenakan baju warna putih bertuliskan Kadin Cilegon di bagian belakang tengah meminta proyek Rp5 triliun tanpa proses lelang di lokasi pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali (CAA).

Karena ucapan tersebut, menjadi perhatian Kadin Indonesia hingga pemerintah pusat. Seluruh pihak yang berkepentingan pun dikumpulkan di Kantor BKPM, Jakarta, pada Rabu, 14 Mei 2025. Polda Banten membenarkan pemeriksaan Ketua Kadin Cilegon mengenai permintaan Rp5 triliun tanpa proses lelang.

"Ya benar, hari ini ada pemeriksaan betul, kalau penyelidikan kan semua pemeriksaan," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto, melalui selulernya, Kamis, (15/5/2025).

Banyak Pihak Bakal Dimintai Keterangan

Ketum Kadin bakal Telusuri Permintaan Jatah Proyek Cilegon

Didik memastikan semua pihak yang berada di video tersebut hingga pihak yang dianggap terlibat akan dimintai keterangannya oleh Polda Banten. Polisi ingin memastikan semua proses berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pemeriksaan akan dilakukan secara maraton untuk memastikan adanya unsur pidana sebelum memutuskan ada tidaknya tersangka dalam dugaan pemalakan proyek Rp5 triliun tersebut. "Kalau unsurnya terpenuhi akan naik sidik. (Pemeriksaan) Terus lah, yang namanya penyelidikkan terus akan kita mintai keterangan semua yang ada disitu sesuai perannya dan ngomong apa," jelasnya.

Polisi memastikan semua proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan, jika telah selesai semuanya, akan disampaikan ke publik, apakah ada tersangka atau tidak. "Tunggu saja hasilnya, kalau sudah lengkap pasti kami sampaikan. Mereka (penyidik) masih bekerja," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya