Suporter Persik Kediri Desak PSSI Beri Sanksi Tegas usai Bus Tim Dilempari Oknum Suporter Arema FC

Kekecewaan Persikmania memuncak setelah bus tim Persik Kediri dilempari oknum Aremania, mereka mendesak PSSI memberikan sanksi tegas dan mengusut tuntas insiden tersebut.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 14 Mei 2025, 21:15 WIB
Kaca bus rombongan klub Persik Kediri pecah akibat dilempar batu oleh pknum suporter usai pertandingan lawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang pada Minggu, 11 Mei 2025 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Bus tim sepak bola Persik Kediri dilempari oleh oknum Aremania usai pertandingan melawan Arema FC. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 11 Mei 2025, setelah pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Akibat kejadian ini, Persik Kediri dan pendukungnya, Persikmania, merasa sangat kecewa dan mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas para pelaku.

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, klub sepak bola Persebaya Surabaya juga pernah mengalami hal serupa. Insiden ini kembali mengingatkan tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022, yang menewaskan ratusan orang. Peristiwa pelemparan bus Persik Kediri ini terjadi meskipun ada larangan kehadiran suporter tamu di stadion, sebuah kebijakan yang diterapkan setelah tragedi Kanjuruhan.

Aksi pelemparan batu tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kemarahan di kalangan Persikmania. Mereka menilai tindakan tersebut tidak sportif dan tidak mencerminkan semangat sportivitas dalam sepak bola. Persikmania berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tragedi serupa tidak terulang kembali.


Persikmania Kecam Aksi Oknum Aremania

Bus klub Persik Kediri dilempar batu oknum suporter usai lawan Arema FC dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2025/2025 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu, 11 Mei 2025 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Koordinator Persikmania, Ahmad Masrur, menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tim Persik Kediri datang ke Malang dengan penuh rasa hormat, bahkan mengirimkan doa sehari sebelum pertandingan dan tidak melakukan selebrasi berlebihan selama pertandingan. "Kami kaget dan kecewa kenapa luapan emosinya itu dirupakan dengan penyerangan terhadap bus pemain Persik Kediri," ujar Masrur.

Masrur juga menyayangkan lambannya penanganan kasus oleh pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pelaku yang ditangkap dan diungkap ke publik. "Hitungannya sudah 2x24 jam. Masih belum ada pelaku yang belum di upload, ditangkap, yang bisa diklarifikasi. Harapannya segera ditangkap dan dimunculkan di media siapa pelakunya," tegasnya.

Persikmania mendesak manajemen Persik Kediri untuk melaporkan insiden ini ke Komdis PSSI agar ada sanksi tegas bagi para pelaku. Mereka juga berharap Arema FC turut mengusut kejadian ini, baik dari panitia pelaksana maupun dari pihak suporter.

Salah satu Persikmania, yang menyebut dirinya Balo, menambahkan kekecewaannya. Ia mempertanyakan komitmen semua pihak dalam mencegah terulangnya tragedi Kanjuruhan. "Apakah mereka tidak belajar dari Tragedi Kanjuruhan?" sesalnya.

Lanjut Baca:

Persik Kediri dan Persikmania berharap agar PSSI memberikan sanksi tegas kepada oknum Aremania yang terlibat dalam pelemparan bus tim. Sanksi tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelakunya. Kejadian ini menjadi sorotan bagi dunia sepak bola Indonesia. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan sepak bola, serta pentingnya sportivitas dan sikap saling menghormati antar suporter. Persik Kediri, yang saat ini berkompetisi di Liga 1 Indonesia, berharap agar kejadian ini tidak akan menghambat perjuangan tim dalam kompetisi. Mereka tetap fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya dan berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran semua pihak, termasuk suporter, dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam dunia sepak bola Indonesia. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tragedi Kanjuruhan tidak terulang kembali. Persik Kediri, dengan sejarahnya yang panjang dan kaya, berharap dapat terus berkiprah di dunia sepak bola Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya