Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 14 Mei Pukul 17.00 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya

Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 14 Mei Pukul 17.00 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 14 Mei 2025, 16:15 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sinetron Asmara Gen Z episode ini dikisahkan ketegangan dan perasaan campur aduk mewarnai kehidupan Zara, Fattah, dan teman-temannya. Mereka menghadapi pilihan sulit dan konflik batin yang menguji persahabatan dan hubungan keluarga.

Zara baru saja menyelesaikan latihannya dan melihat Fattah masih menunggunya dengan sabar. Tiba-tiba, Diah muncul dan berkata, Zara, sudah waktunya pulang!

Zara dan Fattah menoleh ke arahnya. Dengan tegas, Zara menjawab, Aku akan tinggal dengan Mama jika Mama mau keluar dari rumah itu. Diah menatap Zara dengan tidak percaya. ZARA!

Di tempat lain, Harry dan Mohan duduk saling berhadapan. Mohan tampak gelisah setelah Harry mengatakan bahwa dia tahu tentang kehidupan Mohan.

Harry menatapnya dengan serius. Mereka semua diam selama ini. Tapi sekarang, mereka mulai bergerak. Apa pilihanmu? Aku akan mendukungmu. Mohan mengusap wajahnya, tampak berpikir keras.

 

Saksikan terus Sinetron Asmara Gen Z di SCTV.


Zara Bingung

Zara dan Fattah kemudian memasuki Teras Cafe. Sambil berjalan, Zara menatap Fattah dengan bingung. Fattah, kenapa kita langsung ke sini? Fattah menghela napas pelan. Aku khawatir ibumu masih mengikuti kita.

MOHAN, HARRY, dan RAISA masuk ke dalam kafe. AQEELA berdiri dari kursinya. Mohan langsung berbicara, Besok, aku tetap tidak bisa tampil. Ada alasan yang tidak bisa aku jelaskan. Aqeela marah, KENAPA? KENAPA KAMU SELALU MENGGUNAKAN ALASAN ITU UNTUK SEGALA HAL? Mohan menahan amarahnya. KAMU TIDAK TAHU APA YANG AKU HADAPI. Fattah ikut berteriak, YA, TAPI TIDAK PERLU SEPERTI INI JUGA!

Mohan dan Raisa duduk bersebelahan, bersandar di kursi. Di sebelah mereka ada Fattah dan Zara. Harry dan Aqeela duduk di depan mereka. Harry mulai berbicara, Kita bukan orang yang sempurna. Tapi, apakah itu harus menjadi penghalang bagi kita untuk bangkit?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya