5 Makanan Pemicu Bau Badan dan Cara Mengatasinya

Makanan tertentu bisa memicu tubuh mengeluarkan aroma yang lebih kuat, terutama ketika kita sedang berkeringat.

oleh Yulia LisnawatiDiterbitkan 14 Mei 2025, 14:03 WIB
5 Makanan Pemicu Bau Badan dan Cara Mengatasinya - ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Bau badan kerap menjadi masalah yang mengganggu, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang-orang di sekitar. Meskipun terlihat sepele, bau badan dapat berdampak besar pada kepercayaan diri seseorang dan kenyamanan dalam bersosialisasi.

Padahal, keringat yang keluar dari tubuh sebenarnya tidak berbau. Bau tak sedap muncul ketika keringat bereaksi dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit. Proses ini menghasilkan senyawa-senyawa yang menimbulkan aroma tidak sedap, terutama di area lipatan tubuh seperti ketiak.

Menariknya, pola makan juga berperan besar dalam menentukan bau tubuh seseorang. Melansir dari Mayo Clinic, Rabu (14/5/2025), makanan tertentu bisa memicu tubuh mengeluarkan aroma yang lebih kuat, terutama ketika kita sedang berkeringat.

Makanan-makanan ini menghasilkan senyawa yang dikeluarkan melalui keringat dan napas, sehingga memperburuk bau badan.

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda kurangi jika ingin terhindar dari bau badan yang tidak sedap:

1. Sayuran Cruciferous

Sayuran jenis cruciferous seperti brokoli, kol, kubis, dan pokcoy memang tinggi nutrisi. Mereka kaya akan vitamin C, E, K, serta antioksidan dan serat. Namun, sayuran ini juga mengandung senyawa sulfur yang disebut glucosinolates.

Ketika dicerna, senyawa ini menghasilkan senyawa sulfur yang keluar lewat keringat dan napas, menyebabkan bau khas yang cukup menyengat. Bukan berarti Anda harus menghindari sayuran sehat ini sepenuhnya, tapi batasi jumlahnya agar tetap mendapatkan manfaat tanpa harus mengalami efek samping berupa bau badan.

2. Seafood

Siapa sangka makanan laut seperti ikan dan udang juga bisa jadi penyebab bau badan? Hal ini terutama berlaku pada orang yang memiliki kondisi genetik langka bernama trimetilaminuria, yaitu ketidakmampuan tubuh untuk memecah trimetilamin—senyawa kimia yang terdapat dalam seafood.

Trimetilamin yang tidak dipecah tubuh akan menumpuk dan keluar melalui urine, napas, dan keringat, menghasilkan bau amis mirip ikan busuk. Meski kasus ini langka, tetap penting untuk memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi makanan laut.

 

 

3. Daging Merah

Kurangi asupan daging merah demi menurunkan kolesterol jahat. (unsplash.com/@ninjason)

Daging merah seperti sapi dan kambing juga bisa menyebabkan bau badan. Lemak dalam daging merah sulit dicerna dan butuh waktu lebih lama untuk diurai tubuh. Ketika akhirnya diurai, sisa-sisa senyawa dari proses ini akan dibawa keluar lewat keringat.

Bakteri di kulit akan bereaksi dengan senyawa tersebut dan menghasilkan bau khas yang cenderung menyengat. Dalam sebuah penelitian kecil, bahkan ditemukan bahwa wanita bisa mendeteksi aroma keringat pria yang tidak makan daging merah sebagai lebih “menarik” dibanding mereka yang rutin mengonsumsinya.

 

4. Bawang Putih

Ilustrasi bawang putih. (dok. Unsplash.com/Anshu A @anshu18)

Bawang putih memang dikenal sebagai superfood karena mengandung berbagai zat yang baik bagi kesehatan, seperti allicin yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Namun, allicin yang terurai dalam tubuh bisa berubah menjadi senyawa sulfur yang beraroma tajam.

Senyawa ini akan keluar melalui pori-pori tubuh ketika Anda berkeringat. Akibatnya, meskipun Anda sudah mandi dan menggunakan deodorant, tubuh tetap bisa mengeluarkan bau tak sedap setelah mengonsumsi bawang putih dalam jumlah banyak. Bau ini juga dapat keluar lewat napas, sehingga menyebabkan bau mulut.

 

5. Bawang Bombay

Bawang bombay/copyright: unsplash/lars blankers

Sama seperti bawang putih, bawang bombay juga mengandung senyawa sulfur yang cukup tinggi. Saat dicerna tubuh, senyawa ini akan diubah menjadi senyawa volatil yang mudah menguap dan keluar lewat keringat maupun napas.

Aroma dari senyawa ini bisa menetap selama beberapa jam bahkan setelah Anda selesai makan. Jika Anda memiliki aktivitas penting seperti wawancara kerja atau pertemuan, sebaiknya hindari makanan berbahan dasar bawang bombay terlebih dahulu.

 

Tips Mengatasi Bau Badan

Atasi permasalahan bau mulut tak sedap usai bangun tidur dengan cara ini./ Foto: Unsplash - alexandra gorn smus

Berikut beberapa tips untuk mengatasi masalah bau badan:

  • Konsumsi Makanan Sehat

Pilih makanan kaya serat, buah citrus, dan zinc. Makanan ini membantu detoksifikasi dan mengurangi bau badan.

  • Minum Air Putih yang Cukup

Menghidrasi tubuh dengan baik membantu proses detoksifikasi dan menjaga tubuh tetap segar dari dalam.

  • Gunakan Antiperspirant

Setelah mandi atau sebelum beraktivitas, pastikan menggunakan antiperspirant untuk mengurangi produksi keringat.

  • Jaga Kebersihan Diri

Mandi secara teratur dan menjaga kebersihan tubuh sangat penting untuk menghindari bau badan.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan menjaga pola hidup yang bersih, kamu bisa menghindari bau badan tak sedap dan tetap percaya diri. 

Infografis Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya