Liputan6.com, Montevideo - Mantan presiden Uruguay Jose Mujica meninggal di usia 89 tahun pada Selasa (13/5). Semasa hidupnya, meski menjabat sebagai kepala negara selama lima tahun, ia tetap konsisten dalam menjalani gaya hidup sangat sederhana bahkan hingga mendapat julukan "presiden termiskin di dunia."
Ungkapan yang melekat pada presiden yang memimpin Uruguay pada 2010 hingga 2015 itu seringkali membuat publik membayangkan seorang kepala negara tanpa harta.
Advertisement
Mengutip AP News, Rabu (14/5/2025), deklarasi kekayaannya pada tahun 2014, setahun sebelum jabatannya berakhir, menunjukkan bahwa ia memiliki aset senilai USD 322.883 atau sekitar Rp5 miliar (kurs USD 1 = Rp15.500).
Peningkatan nilai kekayaan Mujica sebesar 74 persen dibandingkan tahun 2012 bukan karena penambahan harta baru, melainkan karena sebelumnya ia tidak menyimpan uang sekitar USD 104.000 dalam rekening bank. Setelah uang itu dimasukkan ke sistem perbankan, nilainya tercatat secara resmi dalam laporan kekayaan.
Mujica, yang dikenal karena kesederhanaannya, tetap menjalani gaya hidup jauh dari kemewahan. Ia tinggal bersama istrinya, Senator Lucia Topolansky, di sebuah lahan perkebunan bunga sederhana di pinggiran Montevideo.
Nilai properti tersebut diperkirakan sekitar USD 108.000. Selain itu, pasangan ini juga memiliki kepemilikan bersama atas dua properti lainnya.
Menariknya, kendaraan yang dimiliki Mujica justru mencerminkan citra kesederhanaannya. Ia tercatat memiliki dua mobil Volkswagen Beetle yang juga dikenal sebagai mobil kodok keluaran tahun 1987 dengan nilai total USD 4.750 serta tiga traktor yang digunakan untuk keperluan pertanian.
Di Uruguay, sebanyak 42.000 pejabat publik diwajibkan menyampaikan laporan kekayaan secara bersumpah setiap dua tahun. Namun, hanya presiden dan wakil presiden yang diwajibkan untuk mempublikasikan laporan tersebut.