Jakarta Bhayangkara Juara PLN Mobile Proliga 2025, Menpora Dito Ariotedjo Bangga dengan Semangat Masyarakat Voli

Menpora Dito Ariotedjo mengatakan bangga dengan tingginya semangat masyarakat voli di PLN Mobile Proliga 2025. Dito juga memberi selamat kepada Jakarta Bhayangkara Presisi yang tampil sebagai juara.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 12 Mei 2025, 11:35 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo memberikan piala kepada pemain Jakarta Bhayangkara Presisi Farhan Halim usai memenangkan laga grand final PLN Mobile Proliga 2025 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu, 11 Mei. (foto: kemenpora)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengatakan bangga dengan tingginya semangat masyarakat voli di PLN Mobile Proliga 2025. Hal itu dikatakan Dito usai menyaksikan laga grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5).

Wakil Ketua Proliga Reginald Nelwan menyebut laga grand final Proliga 2025 sekitar 7.000 penonton yang menyaksikan langsung di dalam GOR Amongrogo. Kondisi di luar GOR juga dipenuhi para pecinta voli.

"Saya bahagia berada di sini, melihat semangat masyarakat menonton voli. GOR sangat penuh dan ini menandakan bahwa masyarakat sangat menikmati pertandingan," kata Menpora Dito.

Tidak lupa Menpora Dito memberikan selamat kepada Jakarta Bhayangkara Presisi yang tampil sebagai juara. Skuad asuhan Reidel Toiran itu mengalahkan Jakarta LavAni Livin Transmedia lewat laga yang dramatis dan menegangkan dengan skor 3-2 (19-25, 23-25, 25-22, 25-22, 15-9 ).

"Selamat untuk tim Jakarta Bhayangkara Presisi yang berhasil meraih juara, serta juga seluruh tim yang telah ikut berpartisipasi. Final telah selesai dan dilaksanakan dengan sukses," ucap Menpora Dito.

Penutupan Proliga 2025 ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menpora Dito Ariotedjo bersama Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Komjen. Pol. (purn) Drs. Imam Sudjarwo, M. S. Sudjarwo.

 


Rencana Proliga 2026

Ketua PBVSI, Imam Sudjarwo mengapresiasi babak final PLN Mobile Proliga 2025 yang berlangsung di Gor Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). (Foto: Anugerah Ayu Sendari/Liputan6.com).

Untuk Proliga 2026, Imam mengungkapkan PBVSI telah menyiapkan sejumlah perubahan. Salah satu adalah pemberlakuan sistem salary cap atau batas maksimal gaji pemain.

Pemberlakukan salary cap ini agar lebih banyak klub bisa ikut serta tanpa terbebani biaya besar, sekaligus menjaga agar kompetisi tetap kompetitif.

"Tahun depan kita sudah berlakukan yang namanya salary cap. Itu adalah batas maksimum untuk honor atlet, baik lokal maupun asing," paparnya.

"Kenapa diatur seperti itu? Agar klub-klub kecil yang punya atlet bagus bisa tetap bersaing. Ini akan menciptakan pemerataan."

Selain itu, PBVSI menargetkan jumlah peserta minimal delapan tim putra dan delapan tim putri pada musim depan. Sementara untuk penyelenggaraan, Imam mengungkapkan akan dimulai Januari hingga Mei, termasuk tetap berlangsung selama bulan Ramadan.

 


Pemain Muda Berpotensi

Junaida Santi meraih gelar Pemain Terbaik atau Most Valuable Player (MVP) usai membawa Jakarta Pertamina Enduro menjuarai PLN Mobile Proliga 2025. (foto: Liputan6.com/Bogi Triyadi)

Imam juga memperhatikan munculnya banyak pemain muda potensial di PLN Mobile Proliga 2025. Kemunculan mereka dinilai sinyal positif bagi regenerasi timnas voli Indonesia.

“Yang menggembirakan adalah di Proliga tahun ini lahir atlet-atlet baru yang berbakat yang tentu bisa diikutkan menjadi pemain nasional (timnas), yang akan berlaga di event-event internasional di masa akan datang seperti SV League, AVC Challenge Cup, dan SEA Games di bulan Desember," ucap Imam.

Ia juga berterima kasih kepada pecinta voli sepanjang Proliga 2025. "Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Final four di Kediri, Semarang, Solo, semua penuh. Grand final di Jogja ini luar biasa. Tidak muat di dalam, pada di luar. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bola voli semakin meningkat," tutur Imam.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya