Pengantin Pria di Palembang Dibacok saat Mau Akad Nikah, Motif Diduga Dendam Lama

Seorang pengantin pria di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami luka-luka akibat dibacok oleh orang tak dikenal sesaat menjelang acara akad nikahnya pada Minggu (11/5/2025).

oleh Aries SetiawanDiterbitkan 12 Mei 2025, 05:07 WIB
Seorang pengantin pria di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami luka-luka akibat dibacok oleh orang tak dikenal sesaat menjelang acara akad nikahnya pada Minggu (11/5/2025). Ilustrasi pembacokan oleh orang tidak dikenal (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Seorang pengantin pria di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami luka-luka akibat dibacok oleh orang tak dikenal sesaat menjelang acara akad nikahnya pada Minggu (11/5/2025).

Dilansir Antara, peristiwa itu berawal saat korban bernama Ahmad Anda (31) bersama keluarganya tiba di lokasi akad nikah dan resepsi pernikahannya dengan calon pengantin perempuan bernama Parida menggunakan mobil di Jalan Panca Usaha, Palembang.

Kepolisian Resor Kota Besar Palembang telah menerima laporan kejadian itu dan saat ini masih melakukan penyelidikan intensif.

"Sementara info yang kami dapat motif penyerangannya adalah dendam lama para pelaku dengan korban. Namun untuk jelasnya akan kita ungkap setelah para pelaku tertangkap," ujar Kapolsek Seberang Ulu I Palembang Ajun Komisaris Polisi Herri, dilansir Antara.

"Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Kami akan kejar para pelaku dan ungkap motif di balik penyerangan ini seterang-terangnya," tambahnya.

Ditemui di rumah sakit, calon pengantin pria yang dalam kondisi tak berdaya dan penuh luka terbata mengungkapkan peristiwa yang dialaminya.

Menurut Ahmad, penyerangnya berjumlah lima orang, dengan tiga orang di antaranya menyerangnya menggunakan senjata tajam jenis parang, sementara satu orang lainnya menodongkan pistol dan menghalangi mobilnya.

"Ada lima orang, tiga pakai parang, satu pakai pistol. Yang megang pistol saya kenal, namanya Jono alias Ian," ujar Ahmad kepada awak media, Minggu siang.

Ahmad menduga, serangan tersebut diduga dilatarbelakangi dendam lama. Ia mengaku pernah berselisih dengan Jono pada tahun 2019.

"Dia itu nuduh aku cepu (informan polisi), padahal aku tidak merasa. Kami pernah ribut di atas Jembatan Kertapati, aku diteriakin maling, aku lari, dia lari. Terus waktu dia sendirian, aku tusuk," jelas Ahmad.

Ia menduga dendam lama itu yang menjadi motif penyerangan tepat di hari pernikahannya.

 

Korban Lari ke Rumah Warga dengan Kondisi Bersimbah Darah

Ahmad yang tidak membawa senjata saat penyerangan itu hanya bisa lari menyelamatkan diri dengan masuk ke rumah warga dalam kondisi bersimbah darah.

"Pas dikejar dan kena bacok, aku lari masuk ke rumah warga. Awalnya dikira aku dikejar polisi karena ada suara tembakan. Tapi, setelah tahu kondisinya, aku langsung dibawa ke rumah sakit," jelas Ahmad.

Infografis Klitih di Yogyakarta dan Maraknya Kejahatan Jalanan Remaja. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya