Liputan6.com, Jakarta Tos atau yang dalam budaya Barat dikenal sebagai high five, adalah gestur spontan yang menggambarkan keakraban. Entah itu untuk merayakan keberhasilan, menyemangati teman, atau sekadar bersenang-senang, tos telah menjadi simbol universal dari semangat positif dan kebersamaan. Namun, di balik kepopulerannya, sedikit yang tahu bahwa gestur ini punya asal-usul yang unik.
Advertisement
Tak seperti jabat tangan yang sudah berusia ribuan tahun, high five adalah gestur yang relatif baru. Ia lahir dari momentum, semangat tim, dan keberanian seseorang untuk menjadi berbeda di masa yang belum ramah terhadap keberagaman. Kisah di baliknya menggabungkan momen olahraga, perjuangan identitas, hingga mitos yang diciptakan demi kesenangan semata.
Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sejarah tos dari berbagai sudut pandang. Mulai dari versi yang paling diakui, hingga klaim-klaim alternatif yang tak kalah menarik. Mari kita mulai perjalanan ini untuk memahami bagaimana sebuah tepukan tangan bisa menjadi simbol global, Liputan6.com Sabtu (10/5/2025).
Kisah Dusty Baker dan Glenn Burke, Tos yang Mengubah Dunia
Versi paling dikenal dari asal-usul high five terjadi pada 2 Oktober 1977, saat pertandingan Major League Baseball antara Los Angeles Dodgers. Ketika pemain bernama Dusty Baker mencetak home run ke-30-nya, ia disambut oleh rekan setimnya, Glenn Burke, yang mengangkat tangan. Baker kemudian secara spontan menepuknya, momen sederhana ini menjadi high five pertama yang tercatat dalam sejarah budaya populer.
Tak hanya itu, Burke kemudian juga mencetak home run, dan mereka berdua kembali bertukar high five. Meski tidak terekam kamera, dua momen itu membawa gestur ini ke dalam kesadaran publik Amerika. Meskipun Baker dan Burke dianggap sebagai pelopor high five, peran Glenn Burke dalam mempopulerkannya sering kali tidak mendapat sorotan yang layak.
Burke adalah seorang pemain bisbol kulit hitam profesional yang juga seorang gay, sesuatu yang saat itu masih sangat kontroversial dalam dunia olahraga. Meskipun tidak secara terbuka mengumumkan orientasinya, Burke tidak berusaha keras untuk menyembunyikannya, yang menyebabkan ketegangan dengan manajemen Dodgers. Ia kemudian dipindahkan ke tim Oakland Athletics dan akhirnya pensiun pada tahun 1980 setelah mengalami diskriminasi dan pelecehan.
Setelah keluar dari dunia olahraga, kehidupan Burke memburuk. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 1987, kesehatannya menurun, dan ia meninggal pada tahun 1995 karena komplikasi terkait AIDS. Baru belakangan ini peran Burke dalam sejarah budaya olahraga, terutama sebagai pelopor high five,mulai diakui secara lebih luas.
Tos Sebelum 1977, Jejak Lain dalam Sejarah
Walaupun kisah Baker dan Burke adalah versi yang paling kuat, beberapa catatan menunjukkan bahwa gerakan serupa high five sudah muncul sebelumnya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa tentara Amerika yang ditempatkan di Jepang pasca-Perang Dunia II menggunakan tos sebagai bentuk salam. Bahkan dalam film Prancis Breathless (1960), karakter-karakternya terlihat saling high five.
Selain itu, istilah “gimme five” yang berasal dari budaya Afro-Amerika juga diyakini sebagai pendahulu high five. Istilah ini awalnya merujuk pada tos dengan telapak tangan ke bawah (low five), yang kemudian dimodifikasi menjadi high five.
Versi lain yang sering disebut berasal dari tim basket Universitas Louisville pada akhir 1970-an. Saat pemain Wiley Brown mengulurkan tangan untuk tos rendah, rekan setimnya, Derek Smith, merespons dengan berkata, “No. Up high.” Brown langsung mengerti, dan dari situlah high five mulai rutin mereka lakukan di lapangan. Gerakan ini lalu tersebar luas di kalangan pemain basket kampus.
Salah satu cerita asal-usul yang sempat viral adalah tentang Lamont Sleets, seorang pemain basket kampus di Murray State University. Ia dikisahkan mempelajari high five dari ayahnya yang pernah bertugas di unit militer “The Five” saat Perang Vietnam. Sayangnya, pada tahun 2011, dua pendiri National High Five Day mengakui bahwa cerita ini hanyalah karangan mereka sendiri untuk tujuan promosi dan hiburan.
Meski banyak versi beredar, kisah Dusty Baker dan Glenn Burke tetap menjadi pusat dari sejarah tos yang kita kenal hari ini. Tos menjadi sebuah gestur yang lahir dari kebersamaan, keberanian, dan keinginan untuk merayakan hidup.