Investor Asing Beli 10 Saham Ini saat IHSG Melambung, Intip Daftarnya

Investor asing membeli saham Rp 83,88 miliar pada Senin, 5 Mei 2025. Berikut 10 saham yang dibeli investor asing saat IHSG bertahan di posisi 6.800.

oleh Agustina MelaniPipit Ika RamadhaniDiperbarui 06 Mei 2025, 12:52 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin, 5 Mei 2025. Penguatan IHSG tersebut didukung aksi beli saham oleh investor asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/5/2025), IHSG ditutup naik 0,24% ke posisi 6.831,95. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.879,10 dan level terendah 6.824,39.

Total frekuensi perdagangan sebanyak 1,17 juta kali transaksi dengan volume perdagangan 21,04 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,51 triliun. Selain itu, kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 11.867 triliun. Sebanyak 361 saham naik sehingga angkat IHSG.Namun, penguatan IHSG terbatas seiring 267 saham menurun dan 331 saham tidak bergerak.

Mengutip Antara, berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,71 persen dan 0,85 persen.

Sedangkan, satu sektor menurun yaitu sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 0,46 persen.

Pada awal pekan ini, investor asing membeli saham Rp 83,88 miliar. Namun, sepanjang 2025, investor asing masih menjual saham sekitar Rp 50,50 triliun. Berikut 10 saham yang dibeli investor asing berdasarkan data stockbit pada awal pekan ini:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Investor asing beli saham BBCA sebanyak Rp 171,74 miliar

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Investor asing beli saham BMRI senilai Rp 144,98 miliar

3.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Investor asing beli saham Rp 87,73 miliar

4.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Investor asing beli saham Rp 49,92 miliar

5.PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Investor asing beli saham Rp 32,55 miliar

6.PT MD Entertainment Tbk (FILM)

Investor asing beli saham MIDI senilai Rp 18,84 miliar

7.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

Investor asing beli saham AADI senilai Rp 17,63 miliar

8.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Investor asing beli saham TLKM senilai Rp 16,76 miliar

9.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Investor asing beli saham AMMN senilai Rp 13,38 miliar

10. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Investor asing beli saham BBRI senilai Rp 11,45 miliar

Kinerja IHSG pada 5 Mei 2025

Kebijakan buyback saham merupakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin sore ini. Penguatan IHSG dipimpin oleh saham-saham sektor barang baku.

Pada Senin (5/6/2025), IHSG ditutup menguat 16,22 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.831,95. Sementara indeks LQ45 naik 3,97 poin atau 0,52 persen ke posisi 767,32.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,71 persen dan 0,85 persen.

Sedangkan, satu sektor menurun yaitu sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 0,46 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JATI, SOLA, HELI, OPMS dan SMBR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IKAI, TAXI, DADA, KREN dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.178.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,04 miliar lembar saham senilai Rp10,51 triliun. Sebanyak 361 saham naik 267 saham menurun, dan 331 tidak bergerak nilainya.

“Para pelaku pasar mengurangi spekulasi mereka atas penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, dengan memperkirakan 79 basis poin (bps) total pemangkasan suku bunga tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 90 bps sebelum rilis data NFP," tulis Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dikutip dari Antara. 

Perubahan Sikap Pemerintahan AS

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Jumat (2/4/2025), pemerintah China mengatakan sedang mengevaluasi tawaran yang diajukan pejabat Amerika Serikat (AS) baru-baru ini tentang pembicaraan perdagangan.

Evaluasi ini di ambil untuk menilai seberapa serius perubahan sikap kebijakan pemerintahan AS Presiden Trump.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pintu terbuka lebar, apabila AS setuju untuk menarik kembali tarif timbal balik (reciprocal tariffs), sehingga membuka jalan untuk secara resmi memulai proses negosiasi.

Ekonomi AS menambahkan 177.000 pekerja di April 2025, turun dari penambahan 185.000 pekerja di bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dari penambahan 138.000 pekerja yang diperkirakan oleh para pakar ekonomi. Tingkat Pengangguran bertahan stabil di 4,2 persen.

Data ini memberikan indikasi bank sentral AS Federal Reserve masih belum akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini dan bulan depan, karena berkurangnya tekanan atas Federal Reserve untuk mendukung ekonomi.

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya