Bank DKI: Layanan Transfer Antarbank via JakOne Mobile Sudah Normal

Agus menyatakan untuk layanan transfer antarbank melalui skema BI Fast melalui aplikasi JakOne Mobile saat ini masih dalam proses koordinasi lebih lanjut dengan pihak regulator.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 06 Mei 2025, 11:57 WIB
Bank DKI (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo memastikan kendala transfer antar bank secara real time melalui aplikasi JakOne Mobile sudah teratasi. Selain itu, melalui JakOne Mobile, nasabah juga sudah bisa bertransaksi antarbank melalui Jaringan ATM Bank DKI yang tersedia 24 jam.  

"Setelah membuka layanan ATM Off-Us, layanan transfer antarbank melalui skema Real Time Online (RTOL) di aplikasi JakOne Mobile telah kembali normal dan dapat digunakan oleh nasabah," ujar Agus seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (6/5/2025).

Namun demikian, Agus menyatakan untuk layanan transfer antarbank melalui skema BI Fast melalui aplikasi JakOne Mobile saat ini masih dalam proses koordinasi lebih lanjut dengan pihak regulator.

"Bank DKI terus berupaya melakukan proses pemulihan sistem layanan secepat mungkin," janii Agus. 

Agus pun meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama proses pemulihan sistem berlangsung. Lamanya proses pemulihan karena dilakukan menyeluruh dan hati-hati dengan mengedepankan keamanan sistem dan kenyamanan nasabah sehingga dilakukan secara bertahap. 

"Kami memahami bahwa aktivitas pemeliharaan sistem ini telah memberikan ketidaknyamanan bagi sebagian nasabah. Namun, hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keandalan layanan digital Bank DKI," Agus menandasi. 

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi mengapresiasi nasabah yang mau bersabar selama proses pemeliharaan sistem berlangsung. Dia memastikan Bank DKI terbuka untuk masukan dan saran ke depan.

"Bagi nasabah yang masih memiliki kendala, kami menyediakan berbagai saluran pengaduan yang dapat diakses, mulai dari Call Center, kunjungan ke kantor cabang terdekat, hingga pesan langsung melalui kanal media sosial resmi Bank DKI,” Arie menutup.

Pramono Minta Bank DKI Lebih Profesional

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mendorong perbaikan kinerja terhadap Bank DKI. Bahkan dia pun tak ragu untuk mencopot petinggi di perusahaan plat merah tersebut jika tak berkinerja maksmial.

"Bank DKI saya pengen performa dan kinerjanya diperbaiki untuk itu benar-benar yang mengolah harus profesional dan sepenuhnya profesional juga tidak satu pun yang orang yang bisa mendikte saya untuk personil di bank DKI," ujar Pramono pekan lalu usai rapat dengan DPR RI.

Pramono meminta, Bank DKI paling lama satu tahun untuk bisa go public. Tujuannya, agar pengawasan kepada mereka bisa juga dilakukan oleh masyarakat yang memiliki sahamnya di bursa efek.

"Jadi semua, termasuk saya sendiri begitu jadi gubernur kan udah menjadi kliennya Bank DKI Kalau tidak dikelola secara baik dan profesional yang rugi sebenarnya Bank DKI sendiri segingga  demikian saya meminta kepada mereka untuk melakukan perbaikan dan mudah-mudahan dengan perbaikan ini direksi maupun komisionernya bisa membuat Bank DKI lebih baik," Pramono memungkasi. 

Layanan Sempat Terganggu

Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menyampaikan pandangannya terkait gangguan layanan yang terjadi di Bank DKI belakangan ini. Trioksa menekankan pentingnya perlindungan dana nasabah dan perbaikan sistem perbankan secara menyeluruh.

"Nasabah bisa menanyakan langsung kepada Bank DKI mengenai progres perbaikan dan langkah-langkah perlindungan dana nasabah," ujar Trioksa kepada Liputan6.com, Rabu (23/4/2025).

Ia menambahkan, selama dana nasabah masih dapat diyakinkan aman, tidak ada urgensi untuk memindahkan dana ke bank lain.

"Transaksi pun masih bisa dilakukan dengan mendatangi kantor cabang Bank DKI," imbuhnya.

Lebih lanjut, Trioksa menilai Bank DKI harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang berjalan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya membuat business continuity plan (BCP) untuk menghadapi kemungkinan gangguan serupa di masa depan.

"Bank DKI perlu menjaga sistem yang ada dengan baik dan rutin melakukan monitoring. Dengan begitu, kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkas Trioksa.

Sebelumnya, layanan Bank DKI sempat mengalami gangguan yang membuat sejumlah nasabah kesulitan mengakses layanan perbankan. Hingga saat ini, pihak Bank DKI terus berupaya memulihkan layanan dan memastikan keamanan dana para nasabah.

Tunggu Hasil Forensik Digital Bareskrim Polri, Bank DKI Minta Publik Hormati Proses Hukum

Bank DKI meminta masyarakat menghormati proses hukum dan menunggu pemeriksaan forensik digital yang tengah berlangsung di Bareskrim Polri terkait pemulihan sistem layanan bank tersebut.

"Bank DKI menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mengajak publik untuk bersama-sama menunggu hasil forensik digital dari Bareskrim Mabes Polri," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/4/2025). 

Arie menjelaskan, proses forensik digital masih terus dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengidentifikasi akar permasalahan serta dampak yang ditimbulkan.

Arie juga mengatakan bahwa seluruh dana nasabah tetap aman dan tidak mengalami pengurangan apapun.

Selama periode gangguan, transaksi antarrekening Bank DKI melalui aplikasi JakOne Mobile tetap berjalan normal.

Adapun layanan transaksi transfer antarbank melalui mesin ATM telah kembali beroperasi secara normal sejak 8 April 2025.

Arie mengatakan, saat ini pihaknya sedang memperkuat sistem mitigasi risiko secara berkelanjutan, termasuk pada aplikasi JakOne Mobile dan sistem lainnya. Proses penguatan dilakukan melalui tahapan asesmen dan persetujuan dari Bank Indonesia sebagai regulator.

Bareskrim Polri masih terus mendalami laporan terkait gangguan sistem layanan di Bank DKI yang terjadi selama libur Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025. Aduan tersebut diterima dari pihak Bank DKI pada 1 April 2025 lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini sedang berjalan secara intensif di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber masih melakukan pendalaman terhadap laporan terkait gangguan sistem Bank DKI. Kami pastikan bahwa proses ini dilakukan secara profesional dan transparan,” tutur Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/4/2025).

Infografis Kasus Kecelakaan Bus Pariwisata Saat Study Tour.  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya