Liputan6.com, Jakarta - Jakarta - PT RMK Energy Tbk (RMKE) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2025 dengan pertumbuhan yang signifikan pada bisnis segmen jasa batu bara. Pada periode tersebut, laba RMK Energy berhasil naik 17,81 persen meski terjadi penurunan dari sisi pendapatan.
Meskipun pendapatan usaha RMKE turun 42,5% YoY menjadi Rp 336,8 miliar akibat penurunan pada segmen penjualan batubara sebesar 63,8% YoY, namun Perseroan mampu mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 18,3% YoY menjadi Rp 84,6 miliar. Hal ini ditopang oleh kinerja segmen jasa batu bara yang tumbuh 89,8% YoY menjadi Rp 70,2 miliar, dengan margin laba kotor meningkat signifikan dari 29% menjadi 41,1%.
Advertisement
Pada kuartal I 2025, perseroan membukukan beban umum dan administrasi senilai Rp 18,61 miliar. Bersamaan dengan itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp 6,52 miliar, penghasilan keuangan Rp 7,65 miliar, dan beban lain-lain Rp 1,6 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2025 sebesar Rp 52,51 miliar. Laba itu naik 17,81% dibandingkan raihan laba pada kuartal I 2024 yang tercatat sebesar Rp 44,58 miliar.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperkuat segmen bisnis jasa batubara untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Pada awal tahun ini, RMKE fokus pada peningkatan segmen jasa batubara, kinerja operasional segmen jasa yang tumbuh positif adalah katalis dan penopang kinerja keuangan Perseroan di tengah kondisi pasar global yang tidak menentu akibat perang dagang.” kata Vincent," senin (5/5/2025).
Pada kuartal pertama 2025, Perseroan juga mencatat kinerja keuangan yang sehat dilihat dari ekuitas perusahaan meningkat 3,0% menjadi Rp1,8 triliun, sementara liabilitas berhasil ditekan hampir 24,9% menjadi Rp 482,2 miliar. Hal ini membuat posisi keuangan RMKE makin kuat, dengan rasio utang terhadap modal (DER) turun menjadi hanya 0,17 kali.
"Perseroan juga berhasil menjaga arus kas dari operasional tetap positif sebesar Rp 101,7 miliar ditopang oleh kinerja segmen jasa batu bara," ungkap Vincent.
Memuat 2,0 juta MT Batu Bara
Hingga Maret 2025, RMKE telah berhasil memuat 2,0 juta MT batubara ke 259 kapal dan membongkar 721 rangkaian kereta dengan total kapasitas 1,9 juta MT batubara. Peningkatan kinerja operasional dari segmen jasa batu bara ini tidak terlepas dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang dikelola dengan rata-rata waktu 3 jam 5 menit per kereta hingga periode kuartal pertama tahun ini.
"Capaian ini tidak hanya menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelayanan tepat waktu, tetapi juga membantu menghindari potensi denda keterlambatan dan meningkatkan produktivitas logistik secara keseluruhan," kata Vincent.
Optimalisasi Efisiensi Operasional
Ke depan, RMKE akan terus memperkuat posisinya melalui peningkatan volume jasa batu bara dan optimalisasi efisiensi operasional. Dengan segera beroperasinya hauling road baru, Perseroan menargetkan terciptanya layanan logistik yang semakin terpadu dari hulu ke hilir. Tahun ini RMKE juga akan mendapat tambahan volume jasa dari dua pelanggan baru, yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU), dua pemegang IUP di Muara Enim
“Kami optimistis fasilitas jalan hauling akan menjadi solusi strategis terhadap tantangan logistik di Sumatera Selatan sekaligus membuka akses yang lebih luas ke sejumlah area tambang potensial di sekitar jalan tersebut. RMKE selalu berkomitmen untuk memberikan layanan jasa logistik yang terintegrasi dan menjadi support utama dalam memastikan energy security nasional maupun global,” tutup Vincent.