Waktu Maghrib 2: Teror 20 Tahun Kemudian Mengancam Giritirto

Trailer Waktu Maghrib 2 rilis, teror misterius kembali menghantui Giritirto 20 tahun setelah kejadian di Jatijajar, mengancam nyawa anak-anak.

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 05 Mei 2025, 18:15 WIB
Waktu Maghrib 2

Liputan6.com, Jakarta Rapi Films baru saja merilis trailer resmi Waktu Maghrib 2, sebuah film horor Indonesia yang dinantikan. Trailer berdurasi dua menit tersebut menampilkan teror mengerikan yang kembali menghantui sebuah desa bernama Giritirto, 20 tahun setelah kejadian mencekam di Jatijajar. Film ini menyoroti sekelompok anak-anak yang tanpa sengaja membangkitkan kekuatan jahat saat waktu Maghrib, memicu teror yang lebih dahsyat dan mengancam nyawa mereka.

Kejadian di Giritirto ini melibatkan Yogo, Dewo, Wulan, dan lima anak lainnya. Mereka terlibat keributan saat pertandingan sepak bola dan dalam kemarahan mereka, mereka melontarkan sumpah serapah saat waktu Maghrib. Tindakan mereka ini, tanpa disadari, membangkitkan kembali teror yang mirip dengan kejadian di Jatijajar, namun kali ini jauh lebih mengerikan dan kejam. Adi, karakter dari film pertama, kembali hadir untuk menghentikan teror tersebut, namun ia harus menghadapi tantangan yang lebih berbahaya.

Sutradara Sidharta Tata menjelaskan, "Film Waktu Maghrib 2 secara desain produksi lebih besar dibanding film sebelumnya dan melibatkan banyak pemain anak. Ceritanya juga lebih seru dan penuh ketegangan. Semoga bisa merebut hati penonton film horor Indonesia yang sudah menunggu film ini." Trailer tersebut menampilkan adegan-adegan menegangkan, penuh dengan kejaran dan teror yang membuat bulu kuduk merinding. Waktu Maghrib 2 dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Mei 2025.


Teror Misterius Kembali Menghantui

Dua puluh tahun setelah teror mengerikan di Jatijajar, sebuah desa bernama Giritirto kini menjadi sasaran teror misterius yang sama. Jin Ummu Sibyan, dalang di balik teror tersebut, kembali muncul dan mengincar nyawa anak-anak di desa tersebut. Kejadian ini menimbulkan ketakutan dan kepanikan di kalangan warga Giritirto, mengingat trauma yang masih membekas dari kejadian di Jatijajar.

Teror yang terjadi di Giritirto digambarkan lebih kejam dan mencekam dibandingkan dengan kejadian di Jatijajar. Jin Ummu Sibyan tampak lebih kuat dan lebih licik dalam melancarkan aksinya. Adegan-adegan dalam trailer menunjukkan betapa mengerikannya teror tersebut, dengan anak-anak yang menjadi korban dan suasana mencekam yang membuat penonton tidak bisa bernapas.

Lanjut Baca:

Kehadiran Adi, karakter dari film pertama, diharapkan dapat memberikan harapan bagi warga Giritirto. Namun, tantangan yang dihadapi Adi kali ini jauh lebih besar dan berbahaya. Ia harus menghadapi trauma masa lalunya dan sekaligus menghentikan teror yang lebih dahsyat ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya